FOOTBALL IS NOT CRIME

oleh: BUNG FERRY

Rabu, 10 April 2013

Sepakbola itu tentang Cinta, Gairah, Pertemanan, Loyalitas, Tanggung Jawab, Sportivitas, Kreativitas, RIvalitas …… 2 Kata terakhir seringkali membuat Polisi alergi, dan tidak jarang dijadikan dalih untuk melakukan gerakan pembunuhan terhadap unsur lainnya. Mereka tidak mengerti, dan tidak pernah mau berusaha mengerti, apa arti Klub Sepakbola bagi Suporternya. Padahal Polisi adalah alat negara yg bertugas menjaga rasa aman dan nyaman bagi segala lapisan masyarakat. Dan masyarakat itu masing2 punya banyak ragam aktivitas. Sudah menjadi kewajiban mereka bagaimana aktivitas masyarakat itu bisa berjalan dengan lancar dan bisa memberikan suatu dampak positif bagi Republik ini. Masyarakat tanpa aktivitas adalah batu2 yg dibentuk oleh pahatan benda keras hingga menyerupai manusia. Masyarakat yang aktivitasnya diatur seenak udel mereka adalah robot2 yg dilengkapi dengan remote control.

Untuk kesekian kalinya, PERSIJA, klub yg konon menjadi kebanggaan warga ibukota, harus bermain di rumahnya sendiri tanpa dukungan dari para pecintanya. Setelah beberapa pertandingan harus terusir ke Solo karena selalu ‘mengalah’ pada aktivitas masyarakat lainnya. Kadang kalah oleh kegiatan politik yg mirip film horor Indonesia dimana akhir cerita mudah ditebak meski bumbunya cukup banyak. Persetanlah …..! Atau kalah dengan beberapa remaja laki2 yg pandai menari, pandai bernyanyi serta pandai menggunakan bedak dan gincu. Sebel ih …..! Argumen yg diungkapkan juga bikin gemes hati ini. Masa kita mau urus ijin kegiatan malah disuruh jamin kegiatan pasti aman? Lah? Bukannya kita kesana tuk minta bantuan keamanan dari yg lebih profesional? Masa sih jatuhnya korban dari mereka jadi alasan tuk menghentikan kegiatan secara keseluruhan? Gitu aja kok ngambek sih…..

Kecewa? Sudah pastilah. Sebagai Persijalovers yg sudah begitu sange nonton Persija pasti bingung. Gejalanya kalo udah gini bisa panas hati, panas badan, bengong2 sendirian, mulai sedikit bego, dan karena ga ada obatnya malah jadi nyari air api atau asap putih nan harum. Ada juga yang caki maki dan mencari sasaran untuk disalahkan. Hadeh?!! Tidak terpikirkankah oleh kalian akan perasaan teman2 kita yang dari pagi sudah terpaksa meninggalkan aktivitas pekerjaannya untuk datang ke Polda Metro Jaya ngurus perijinan? Tidak terbayangkah oleh kalian akan jalannya rapat yg penuh perdebatan sengit disertai argumen2 yg logis dan tidak logis? Ingat! Rapat dari pagi selesainya baru sore meski sering diselingi break yg waktunya malah melebihi lamanya rapat, tapi tetep aje teman2 kita ga bisa ninggalin lokasi karena jadwalnya memang ga jelas.

Harus ada upaya lain! Kacamata kuda memang jauh berbeda dengan kacamata tembus pandang. Bukan sebuah solusi bila kita hanya menyayangkan Polisi tidak punya divisi yg khusus belajar untuk memahami romantika suporter sepakbola. Bukan juga solusi yg baik bila kita terus2an memindahkan partai Persija ke Solo. Ini Persija Jakarta! Aksi turun ke jalan, pencitraan lewat kaos2, trending topik di twitter, status bb dan fesbuk, atau ngadu ke DPRD dan MK memang bisa memberikan tekanan kepada mereka. Dan itu memang perlu dilakukan karena itu adalah HAK KITA yg sedang dikebiri. Tapi ada baiknya kita juga bisa duduk bersama bukan dalam suasana untuk menghadapi pertandingan, bukan dalam rangka ngurus perijinan, tapi hanya untuk bertukar pikiran atau lebih tepatnya bertukar kacamata, agar bisa saling memahami posisi masing2. Duduk bersama dalam suasana santai dan saling mengenal lebih jauh. Dan gw berharap kedua belah pihak tau akan pentingnya hal ini sehingga bisa serius menyikapinya.

5x bertanding tanpa mencetak gol! Ini sudah lampu merah saudara-saudara! Di Solo lawan Persela kita kalah 0-1, lawan Persepam kalah 0-3. Kemudian di Papua lawan Persiwa kita kalah 0-2 dan lawan Persipura kalah 0-1.  Terakhir lawan Persiram Raja Ampat kita kalah 0-1 di Senayan. Persiram adalah tim promosi di musim ini yang hampir seluruh pemainnya baru pernah menginjakkan kakinya di rumput Senayan dan baru pertama kali merasakan masuk ke stadion termegah di Indonesia. Duh biyung…. inilah titik nadir sepakbola Jakarta. Posisi klasemen terbawah dan ancaman degradasi mungkin paling terasa di musim ini. Bahkan di era sebelum Bang Yos turun tanganpun, Persija belum pernah merasakan krisis prestasi seperti ini. Liga Indonesia 1 dan 2 dimana kompetisi terbagi menjadi 2 wilayah, Persija berada di urutan 13 dari 17 peserta Wilayah Barat. Kemudian di Liga Indonesia 3 ketika terbagi menjadi 3 wilayah, Persija berada di posisi 10 dari 11 peserta.

PR berat untuk Bendol. Putaran kedua, mau ga mau, keinginan Bendol untuk menambah amunisi pemain harus diperhatikan. Sebetulnya dari segi permainan Persija sekarang tidak seperti yg tergambarkan oleh hasilnya. Ball Possession kita unggul dan peluang banyak tercipta. Dan itu harus kita apresiasi. Apalagi klo bicara suasana tim. Pemain sekarang lebih lepas baik di dalam maupun di luar lapangan. Terakhir gw liat hadir kembali seorang Nizar yg biasa dipanggil Pepi, seorang fisiotherapis yg pernah di Persija di era Bendol juga. Hadirnya fisiotherapis tentu melegakan setelah kita sama2 tau kalo Persija musim ini tidak punya dokter tim. Sebelumnya kita juga melihat Andritany sudah berlatih bersama Persija namun belum bisa turun bertanding karena masa pendaftaran transfer kedua baru dibuka di putaran kedua nanti.

Tidak mau kalah dengan seniornya, Persija u21 juga sudah mulai berlatih di Sawangan setiap hari kerja pukul 2 siang. Dari 28 pemain yang lolos akan diseleksi lagi hingga mencapai jumlah ideal untuk sebuah tim. Selasa kemarin mereka melakukan ujicoba dengan SSB Two Touch asuhan Thias Tono Taufik. Skor 5-0 untuk Persija U21. Materi yang ada, seandainya dibutuhkan, bisa juga diperkuat oleh para pemain dari tim senior karena dari segi umur masih ada 10 pemain di senior yang bisa turun memperkuat U21. Ada Adixi, Daryono, Firmansyah, Syahrijal, Fahreza, Abdu, Fariz, Delton, Syahroni dan Rudi Bogel. Para Macan muda ini dilatih oleh Pak Benyamin Leo Betty dibantu oleh Pelatih Kiper Fauzi. Kompetisi U21 akan dimulai tgl 28 April mendatang dimana Persija akan menjamu tamunya Persepam Pamekasan. Tempatnya kemungkinan di Kuningan Jakarta Selatan. Jadwal berikutnya kalau tidak salah tgl 6 bertandang ke Gresik dan tgl 9 Mei ke Malang.

Kuningan nampaknya bakal menjadi sentra kegiatan Persija. Gerakan Persijalovers yg bertubi-tubi sepertinya membuahkan hasil. Konon, Pemda DKI mempersilahkan Graha Wisata Kuningan serta Stadion Kuningan untuk digunakan Persija sebagai Mes dan Latihan mereka. Kabarnya dalam waktu dekat ini Persija sudah bersiap-siap boyongan kesana. Semoga saja berita itu benar dan cepat terealisasi. Lokasi Stadion Kuningan yang berada di tengah kota Jakarta tentunya memudahkan para pecintanya tuk datang menyaksikan Persija berlatih, persis seperti suasana di Menteng dulu. Semoga kita semua, baik Pengurus Persija maupun Suporternya mampu menjaga kepercayaan yang diberikan Pemda DKI ini dengan baik dan bisa menciptakan imej bagus disana yang padat dengan perkantoran, pertokoan serta apartemen.

Di Lebak Bulus, Sekretariat the Jakmania juga mulai menjalani kesibukan rutin seperti biasanya. Pendaftaran Anggota sudah dibuka kembali. Kemarin terlihat para pengurus sibuk menerima pendaftaran anggota dan melaminating KTA nya. Syarat pendaftaran adalah mengisi formulir yg tersedia, membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 45.000,- dan menyerahkan pas foto ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar. Pendaftaran kali ini juga bisa langsung di Sekretariat Pusat the Jakmania di Lebak Bulus melalui Sdr Santo, salah satu pendiri the Jakmania. Setiap calon anggota yang sudah memenuhi semua persyaratan akan menerima Kartu Anggota yg sudah dilaminanting dan Kaos Anggota bertuliskan “Gue Anak Jakarta”.

Kamis, 11 April besok adalah pemutaran perdana film HARI INI PASTI MENANG. Berbagai kegiatan dilakukan oleh Persijalover menyambut film yg melibatkan beberapa pemain Persija. JakOnline mengadakan acara Nonton Bareng di Citos jam 18.30 dengan menghadirkan para pemain Persija Andritany, Adixi, serta Zendy Zein yg dalam film tsb berperan sebagai Gabriel tokoh utama cerita. Sementara Jakantor ngadain Minggu 14 April siang jam 12.30 di Hollywood XXI dan abis nonton mereka langsung konvoi menuju Senayan tuk menyaksikan partai Persija vs Persidafon Dafonsoro. Selain komunitas2 pecinta Persija, Bogalakon Picture juga mengadakan acara nobar di berbagai tempat di seluruh Indonesia. Di Malang nobar dilaksanakan Kamis 11 April di Kedai Plat N bersama dengan para pemain Arema ISL serta Ray Sahetapy pemeran pelatih klub dalam film HIPM. Jumat, 12 April 2013 jakarta: Plaza senayan bareng Ananda Sukarlan, orang yg mengaransir lagu Satu Jiwa kita jadi sebuah lagu yang luar biasa keren di film Romeo and Juliet. Sabtu, 13 April 2013 nobar bareng Tika Putri (khusus pria bernyali). Juga ada nobar Jakmania Bekasi di Mega Bekasi XXI Giant. Senin,15 April nobar di Bandung @ciwalk jam 13/14. Serta Rabu 24 April di kampus UNPAD Jatinangor.

This is Football. Inilah Sepakbola. Bisa menjadi sebuah kreativitas yg tak pernah berujung. Bisa menambah pertemanan hingga harus bikin 3 akun fesbuk. Bisa tau kota2 di Indonesia yg mungkin tidak akan pernah kita kunjungi kalo ga karena Persija main disana. Bisa jadi lahan baru bagi orang2 kreatif dan cerdas melihat peluang. Bisa jadi kebanggaan bangsa. Bisa jadi identitas suatu daerah. Banyak orang yg ga ngerti kenapa ada orang nonton bola kok jauh2 amat? Banyak orang ga ngerti kenapa nonton bola dibela-belain ampe ninggalin rumah sekian lama. Banyak orang ga ngerti kok mau desek2an di stadion. Dan banyak orang juga ga ngerti, ngapain nonton bola Indonesia, kan prestasinya kalah mulu. Hadeh? Mereka tidak paham kalo Sepakbola adalah hiburan. Jakarta itu kota sarat dengan hiburan. Namun hiburan yang paling memasyarakat, paling bisa kejangkau sebagian besar masyarakat, serta paling bisa berekspresi sebebas mungkin, adalah Sepakbola. Kita bukan bangsa pengecut yang hanya mau melihat sebuah kemenangan. Kita bukan golongan manja yang hanya mau menyaksikan sepakbola melalui layar kaca sambil tiduran santai dibarengi dengan banyak kudapan di kanan kirinya. Kita tau sepakbola Indonesia belum berprestasi. Tapi kita MAU sepakbola Indonesia berprestasi. Dan sebagai wujud dari keinginan tersebut, kita siap tuk menempuh jarak dan waktu demi memberikan dukungan pada tim kebanggaan ………

SEPAKBOLA INDONESIA, NIKMATIN AJE !

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PENDAFTARAN ANGGOTA GARIS KERAS

biaya pendaftaran RP.65.000 langsung
biaya pendaftaran RP.70.000 online
mendapatkan [KTA+KAOS GK]
*belum termasuk ongkir

cara pendaftaran:
https://www.facebook.com/groups/24277614969/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

BELA HAK-HAK PEMAIN!!!

 

Gambar

Aksi BOIKOT 10 pemain PERSIJA yang belum mao gabung masih berlangsung sampe saat ini. Aksi ini sangatlah wajar dilakukan, karena pemain hanya menuntut hak mereka yang sampe saat ini belum juga dibayar, yaitu gaji mereka tahun lalu.

Seharusnya official dalam hal ini pelatih, menjadi jembatan komunikasi antara pemain yang mogok dengan manajemen…bukan malah menambah runyem masalah ini, statement-statement dimedia yang menafikan ke-10 pemain yang mogok merupakan bukti keberpihakan pelatih terhadap manajemen.

LALU DIMANAKAH POSISI SUPORTER???

disinilah suporter diharapkan atau bahkan DIWAJIBKAN menjalankan perannya sebagai entitas netral, yang tidak punya kepentingan apapun diantara pemain dan manajemen. Suporter harus melihat bahwa aksi boikot pemain adalah tuntutan moral/ nurani, tuntutan hak mereka dimana kewajiban mereka sebagai pemain sudah dijalankan…Sebuah tuntutan sama halnya dengan tuntutan buruh. Suporter harus melihat 5 bulan gaji belum terbayar (kompetisi tahun lalu) dengan toleransi sampe saat ini (sudah memasuki kompetisi baru) merupakan hal yang wajar kalo pemain boikot. kemana lagi pemain mengharapkan tuntutan hak mereka didengar??? kepada manajemen sudah mereka lakukan, kepada BOPI (Badan Olah raga Profesional Indonesia) pun sudah mereka tempuh, mengadu kepada FIFA sangatlah tidak mungkin, karena kondisi ricuh ditubuh PSSI.

Disinilah peran suporter diharapkan terus menyuarakan PEMBELAAN TERHADAP PEMAIN.Kita emang bukan ‘playerlovers’ kita teteplah PERSIJAlovers…kita tetep harus menjadi entitas moral entitas perubahan…suporter kreatif suporter atraktif dan suporter kritis.

#savePERSIJA

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

OBROLAN WARUNG KOPI

Gambar
Kita memang sedang terpuruk. Tapi ingat, kita juga pernah berjaya. Kita sedang mengalami kesulitan. Tapi kita pernah mengalami kemudahan. Kita pernah ditinggal pemain bintang. Tapi kita selalu bisa mencetak bintang. Tidak masalah. Semua itu memang datang silih berganti.

Tapi bukan Keterpurukan, Kesulitan, maupun Kehilangan yang harus kita khawatirkan. Melainkan kebersamaan kita dalam menyikapi hal itu. Semua bergerak atas nama Cinta. Semua bersikap atas nama Loyalitas.

Lalu? Apakah definisi Cinta dan Loyalitas itu harus berbeda di benak kita semua? Apakah makna dari Cinta dan Loyalitas itu adalah kita harus saling berbeda pendapat untuk kemudian perang di dunia maya dan berkembang menjadi sebuah pengkotak-kotakan di antara kita?

Persija sedang terpuruk! Persija sedang sulit! Dan Persija terancam ditinggal pemain bintangnya! Tapi Persija masih punya KITA, kawan! KITA, yang selalu siap mengawal Persija kala suka dan duka. KITA, yang tidak pernah kehilangan kreativitas ala suporter dalam mencari solusi bagi tim kebanggaan. KITA bukan suporter kemarin sore yang lantang berteriak loyalitas hanya bermodalkan rajin tandang. Persetan dengan stempel ilegal yang disematkan pada KITA! Mari kita satukan VISI dan MISI kita ……….

Sabtu, 29 Desember 2012
Lapangan Futsal Pro Arena Pondok Indah
17.00 – 19.00 : Futsal bareng
19.00 – 21.00 : Obrolan Warung Kopi Solidaritas Oren

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

SURAT CINTA UNTUK PERSIJA

Dear Persija

JakOnline- Apa kabar kamu disana? Semoga baik saja-saja dan tidak seperti apa yang ada dibenak saya dan orang diluar sana. Bagaimana keadaan pemain-pemain kamu? Ku dengar beberapa pemain andalanmu hengkang ke tim lain. Tapi aku percaya kamu terlahir memang untuk menjadi tim besar, siapapun pemainnya. Dan kamu juga lah yang membuat pemain menjadi besar bukan malah sebaliknya.

Oh iya, ku baca dari surat kabar si bepe keluar masuk timnas? Ku harap kau tidak terlalu memusingkan hal tersebut, aku pikir bepe punya justifikasi atas setiap tindakannya. Apakah kamu tahu jika aku sangat merindukanmu berpeluh keringat di tribun hanya untuk melihat dan menyemangati mu? Aku harap kamu juga rindu moment ketika kamu dengan gagah mengangkat tropi kejuaraan kasta tertinggi negeri ini, hampir 11 tahun yang lalu. Ya 11 tahun yang lalu.

Beberapa tahun belakangan ini kamu sering kali bertanding bukan di rumah kita, ya kita,  bukan kamu bukan juga aku. Kita harus pergi ratusan kilometer hanya untuk bertemu. Disamping itu kamu harus dihadapkan fakta dualisme, dua persija. Padahal yang aku tahu sejak pertama kali mengenalmu adalah Kamu yang selalu aku  dukung dan teriakan, bukan dia yang tinggal di barak militer dan bukan bermain di rumah kita.

Musim baru semakin dekat, beberapa masalah yang menderamu sudah sedikit terselesaikan. Aku harap kamu bisa lebih fokus mempersiapkan diri sebelum musim bergulir. Aku hanya bisa memberi dukungan, dukungan, dan dukungan. Aku tak mau menjadi orang yang hanya berteriak tanpa tahu kondisimu yang sebenarnya.

Mungkin surat ini tak akan mengubah apapun, tak memberi secercah harapan, atau bahkan tak ubahnya bualan anak ingusan yang baru mengenal cinta. Tapi aku yakin semua ini tulus kulakukan, aku cinta padamu dengan cara yang sangat sederhana, sesederhana tulisan ini.

Piala-piala berdebu itu mungkin bisa memberimu sedikit semangat, atau foto-foto ketika kamu merengkuh piala bisa mengembalikan memorimu untuk mengulanginya lagi, bukan untuk sekali lagi, tapi lagi dan lagi. Bukan untuk kamu atau aku, tapi untuk kita. Aku percaya orang yang bekerja untukmu adalah orang-orang yang mencintaimu, bukan karena uang yang tentunya tak seberapa. Aku percaya mereka seperti aku mempercayaimu, semoga dengan surat ini mereka menjadi lebih semangat lagi. Ya semoga.

Ehhhmmm…bulan ini kamu ulang tahun, Aku tak terlalu menginginkan pesta mewah seperti tahun lalu, Aku hanya ingin kamu, aku, dan mereka mengingatnya sebagai hari yang bersejarah, hari disaat tim bersejarah memulai menuliskan sejarahnya. Aku ingin kita lebih mengingat bulan ini daripada hari disaat aku mulai mengenalmu di bulan Desember. Wahai Persija banggalah kamu dengan lambang monas di dadamu, seperti aku sangat bangga bisa mendukungmu.

Ayo bangkit sambut musim baru! Rasanya sudah terlalu panjang aku menulis surat ini, Aku sudahi disini saja karena semakin aku meracau semakin absurd tulisan ini. Ketika rindu itu terbentang maka kesetiaan akan tertantang. We love you, PERSIJA! (Veranto-JO)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

OREN OUTSIDER – LEARN TO LIVE TOGETHER, LEARN TO GIVE EACH OTHER oleh Bung Ferry Indrasjarief

Lebak Bulus, 18 Oktober 2012

Ting tung teng tong …… tong teng ting tong ….. ach, setelah sekian lama akhirnya gw bisa denger lagi suara itu di stasiun kereta. Suara yg terdengar sebelum pengumuman akan kedatangan atau keberangkatan kereta. Begitu masuk gerbong, makin terasa kenangan tur tandang semasa masih menjadi suporter. Setiap berhenti di stasiun, suasana hiruk pikuk mulai tercipta. Belasan pedagang asongan langsung mengeluarkan jurus teriakan untuk menawarkan dagangannya…… “kopi, kopi, energennya kopi…. nasiii nasiiii, nasinya om…… akua, akua, akua dingin akua…..” Bedanya, kali ini gw naek kereta ekonomi ac jadi penumpangnya ga mungkin padet det seperti naik ekonomi biasa. Apalagi kalo bareng the Jakmania, gerbong berkapasitas 106 kursi diisi bisa sampe 164 orang! Masih ingat kan? Rekor tur kita ke Sleman di era Budi Sudarsono si Ular Phyton main di Persija?

Hari Jumat tgl 27 September itu gw memang memulai perjalanan gw berkunjung ke oren outsider. Diawali undangan dari Alwi Korwil Srengseng Sawah yang ngajak nengokin subkorwilnya di Tegal dan kemudian memenuhi undangan tgl 5 Oktober lewat fesbuk dari Maxi Jak Indramayu dimana anak2 Jak Indramayu hendak merapikan rombongan mereka tuk lebih terkoordinir. Selang diantaranya, sekalian aja gw maen ke Jogja dan Cirebon, 2 tempat yang jakmanianya udah cukup gw kenal. Tadinya sih mau lanjut terus ke kota2 lain, tapi berhubung tgl 7 Oktober ada undangan Ismed Sofyan yang ngadain syukuran menjelang keberangkatan dia naik haji, maka Si Bolang harus menunda kunjungan lengkapnya ke oren outsider yg lain.

Tegal. Kampungnya Pelatih Fisik Agus Sugeng Riyanto. Yg gw tau dari kota ini adalah Sate Kambing Muda dan Telor Asin. Bener aje, Desa Pesurungan Lor, kampungnya si Jidok, ramai dengan peternakan bebek. Telurnya mereka olah sendiri untuk dijadikan telor asin mateng atau mentah. Rombongan Jakmania Srengseng Sawah udah pasti berlumba pesen tuk oleh2. Gw kesana memang ga sendirian. Gw sama Alwi naek kereta sementara belasan lainnya naik bis karena harus ngantor atau kuliah dulu. Di Tegal kita nginep di rumah Jidok, kumpul kayak sarden bikin padet ruang tamunya. Jidok orang yang paling dituain sama anak2 Jakmania Tegal lainnya, dia juga jadi orang yang paling sibuk memperkenalkan Tegal mulai dari Tahu Aci sejenis tahu isi di Jakarta, Gorengan Olos yg mirip combro, atau Nasi Ponggol, sarapan wajib di pagi hari. Malam minggunya Ortejak, demikian mereka menjuluki komunitas mereka, singkatan dari Oren Tegal Jakmania, mereka sibuk bikin sate bebek. Ibunya Jidok bahkan nyuguhin masakan istimewa bagi gw…. Swike Bebek. Selama ini kan gw kenalnya swike itu kodok, tapi kali ini diganti dengan daging bebek. Dari semua jenis makanan yg gw rasain, Swike Bebek ini yg paling istimewa…. jos gandos lagodek rasanya. Dagingnya sih ga penting, tapi kuahnya sodara-sodara…. wuenak tenan ….. lezat tak terikira …. nulisnya aje udah ngeces pengen kesono lagi. Malam minggu itu kita juga kedatangan tamu para jakmania dari Slawi serta Aremania Tegal.

Ortejak memang pinter bikin gw refreshing. Selain jalan pagi ke pantai, gw juga diajak ke wisata pemandian air panas Guci. Jaraknya kurang lebih 2 jam dan mereka sewa bis kapasitas 20an orang tuk menuju kesana. Tempatnya di dataran tinggi dan memang jadi wisata favorit masyarakat Tegal dan sekitarnya. Ada air terjun yg kalo kita rasain airnya ya dingin, tapi klo kita berendam di sekitar air terjun ternyata rasanya hangat. Rupanya ada mata air panas juga disana sehingga kita bisa berendam air panas yg alami. Airnya juga terasa sedikit asin. Mungkin itu sebabnya selesai berendam kulit2 mati gw pada ngelupas. Tempat itu memang jadi obyek wisata, selain sungai tadi, juga ada lagi kolam2 yg banyak pancuran air hangatnya. Juga ada kolam renang khusus yang airnya tentu saja hangat juga. Puas berendam, kita ngerasain Sate Kelinci. Entah karena laper, kelamaan berendam, udara dingin, atau karena sate itu emang enak, gw jadi yg paling banyak nyikat tuh daging si Bobo. Menurut anak2 Ortejak, masih ada satu lagi tempat wisata di Tegal, tapi berhubung besoknya kita udah mau pulang, maka kita terpaksa menyimpan dendam tuk kembali lagi ke Tegal di kemudian hari.

Boleh dibilang gw udah tahunan ga ke Jogja untuk wisata. Selama ini kan kesana karena urusan Persija baik sebagai suporter maupun official. Kenangan wisata Jogja di benak gw ya jaman gw masih bocah, masih unyu2, lagi lutu2na. Kali ini gw berangkat sendirian, selepas mengantar pulang rombongan Jakmania Srengseng Raya, gw pamit sama Ortejak menuju Kota Pelajar Jogjakarta. Kaos pemberian Jakmania Srengseng Raya tersimpan dalam tas, jadi punya baju tambahan nih untuk tur ke oren outsider. Di Jogja gw milih nginep di sekitar Malioboro biar deket sama Imam, anak Brajamusti yg peramah, berbadan ideal, bertampang bayi, disenangi handai dan taulan, serta bekerja di salah satu hotel kawasan Malioboro. Lokasi itu juga gw anggap memudahkan gw tuk cari makan, bank, hiburan, namun ternyata sulit nyari warnet. Tempat itu relatif lebih mudah dijangkau oleh para DIJ, komunitas Jakmania Jogja yang menamakan diri mereka Daerah Istimewa Jakmania. 4 malam gw nginep disana dan anak2 DIJ benar2 bisa membuat gw terkesan dengan kunjungan kali ini. Komunitas ini setiap tahun memilih koordinatornya dan kali ini Fahmi mahasiswa UIN semester 5 asal Ciracas Jakarta Timur yg menjadi leader dan bersedia meluangkan waktunya untuk menemani gw selama di Jogja.

Pantai Indrayanti jadi tujuan pertama. Tempatnya indah luar biasa mengalahkan Pantai Parangtritis yang udah sumpek karena ramenya pengunjung. Pulangnya berhenti dulu di Alun-alun Wonosari tuk ketemuan sama Jakmania setempat. Beda dengan DIJ yang rata2 mahasiswa, Wonosari yg punya julukan komunitas sendiri JSM singkatan dari Jakmania South Mountain, atau bahasa Prancisnya Jakmania Gunung Kidul, rata2 mereka masih SMA. Pimpinannya justru berbadan paling kecil di antara mereka, namanya Afif. Di alun2 kita makan ayam bakar. Sesuai daerahnya di Jogja, ayam bakar itu rasanya sedikit manis tapi dagingnya gampang banget ngelotok dari tulangnya. Perjalanan ini lumayan berat karena selain jarak tempuhnya yg cukup jauh, kita kesana naik motor rame2 dan gw jadi peserta paling rajin pindah motor. Awalnya Toro, trus pindah ke Rizcool, tapi kedua motor mereka ternyata ga sanggup menanggung beban puluhan kilo lemak yang terkandung dalam tubuh gw. Setiap tanjakan jalannya tersendat dan harus dibantu gw ngedayung. Gemson, anak Bekasi salah satu pendiri DIJ yang temennya udah pada jadi manajer tapi dia masih betah aje godain dosen, akhirnya jadi pahlawan. Nyampe hotel, Rizky dan Surip udah nunggu dan bawain Gudeg Pawon….. wuih ….. makanya jadi mantan Ketum the Jakmania !

Hari kedua gw ditemenin Taufik dan Rizky mantan ketua DIJ jalan ke Borobudur, candi terbesar di dunia. Meski udah pernah, dan seringkali liat di TV, tapi tetep aje begitu sampe sana berulang kali ngucap Subhanallah dan Allahuakbar, kagum akan keindahan dan kegagahan candi tsb. Hanya karena kehendak ALLAH lah candi itu bisa berdiri sekian ratus tahun, dan DIA pasi punya maksud tertentu dengan mengawetkan candi ini. Memang masih ada beberapa perbaikan di satu sisi candi, dan aturan ketat sekarang diberlakukan disana. Harus make kain, tidak boleh dudukin candi, tidak boleh manjat tuk menyentuh patung budha dalam stupa, dll. Sebelum ke Borobudur gw mampir di kampung Blabak tuk makan Kupat Tahu semacam toge goreng khas sana. Konon, kalo yg masak masih orang tua jaman dulu, cara masaknya gak pake codet tapi pake tangan. Kebayang ga sih lu goreng tahu pake tangan? Jadi tahu goreng apa ceker goreng ya? Borobudur adalah satu dari 2 niatan gw kunjungan ke Jogjakarta. Niat kedua adalah berkunjung ke Sleman menemui sobat Ketua Slemania Mas Yoko. Kita janjian ketemu di Stadion Tridadi Sleman. Gw ngasi mas Yoko kenang2an yg udah lama gw simpan. Sebuah asbak berbentuk Elang lengkap dengan alat pemantik rokoknya. Unik dan sesuai dengan julukan PSS Sleman si Elang Jawa.

Dari Jogja gw ke Cirebon naik kereta ekonomi ac lagi. Bekal istimewa gw bawa tuk makan siang di jalan, gudeg Jogja jualan embah di depan Hotel tempat gw nginep. Rekomendasi Imam memang ga salah… gudeg ini betul2 nikmat dan masih aseli rasa gudeg jogja. Pasangan suami istri depan gw aje sampe ngiler liat potongan ayamnya yg guedek ga ketulungan. Turun di Stasiun Cirebon Prujakan, Echol dkk sudah nungguin disana. Di Kota Cirebon ini gw lebih banyak nyicipin kuliner. Ada Bakmi Spesial Pedes dimana salah satu Jak Cirebon si Fajar kerja disana. Baru dikirimin Bakmi level 2 aje gw udah kringetan, gimana mau yg level 3 dst nya? Ada lagi Nasi Lengko yg jadi kayak kewajiban buat gw. Setelah diperkenalkan oleh Sigit di rumahnya, asli bikinan nyokapnya, berikutnya gw 2x kunjungan ke warung H. Barno jl Pagongan makan nasi itu. Cirebon memang jadi tempat istirahat gw tuk ke Indramayu, berhubung gw belum kenal sama anak2 sana dan jarak dari Cirebon ke Indramayu cukup dekat.

Sebetulnya Jakmania Cirebon yg mau ikut ke Indramayu cukup banyak, tapi berhubung mobil yg kita sewa hanya cukup untuk 8 orang ya terpaksa sebagian batalin niatnya. Indramayu sama sekali diluar dari bayangan gw. Masuk propinsi Jawa Barat tentunya ga heran kalo gw ngebayang akan ketemu oren outsider yg berlogat Sunda. Namun ketika tiba disana, gw dikejutkan oleh jumlah mereka yg ratusan dan logat mereka yg kental Jawa. Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Majalengka konon memang kulturnya sedikit berbeda dengan Jawa Barat. Dalam kesempatan ini mereka banyak antusias tanya perkembangan akhir Persija. Kemudian mereka juga berhasil memilih pimpinan mereka beserta jajarannya. Dari tempat pertemuan di kantor kelurahan, gw diajak ke markas mereka di seberang jalan. Dan layaknya tempat2 ngumpul di Jakarta, tempat inipun dipenuhi lukisan2 dinding nuansa Persija dan the Jakmania. Selepas maghrib, rombongan pamitan balik menuju Cirebon. Istirahat cuma sebentar di hotel, jam 8.30 kita berangkat lagi menuju Kuningan untuk berendam air panas khas Kuningan. Di Kuningan ini kita juga ketemuan dengan Rizky Jakmania Kuningan yg masih SMA.

Oren Outsider, adalah julukan yg gw berikan pada mereka yg dukung Persija tapi berasal dari luar kota Jakarta. Kata Outsider itu gw ambil dari sebuah film di tahun 90an The Outsider, cerita tentang sekumpulan anak2 remaja di Eropa lengkap dengan segala gaya hidupnya. Oren Outsider telah memberikan gw kesan yang sangat mendalam, mereka langsung atau tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja, telah membuka mata gw akan banyak hal yang bisa kita tarik pelajaran, dan semuanya bermuara pada Kecintaan pada Klub Kebanggaan. Banyak jargon2 yg ada di Jakarta sebetulnya tercermin kental di Oren Outsider. Loyalitas Tanpa Batas! Jargon itu sangat tepat bagi mereka. Beda dengan kita yang di Jakarta, bagi mereka semua partai Persija adalah TANDANG, kecuali kalo kebetulan Persija main di kota mereka. Banyak dari anak2 Tegal, Wonosari, Indramayu ataupun Cirebon adalah orang asli sana. Lalu kenapa mereka cinta sama Persija? Jawaban mereka rata2 beragam …. Ya Suka Aja! ….. sebuah jawaban polos yang sangat mengungkapkan kecintaan mereka pada Persija tidak tergantung materi pemain. Banyak di antara mereka yg sebelumnya ga pernah ke Jakarta, tapi setelah bergabung dengan komunitas mereka, akhirnya mereka ke Jakarta hanya tuk menyaksikan Persija bertanding. Kalo di Jakarta ada ribuan yg mengeluh harga tiket yg tinggi sehingga banyak dari mereka yg coba bayar penjaga pintu, atau masuk lewat kenalan, atau nunggu jebolan, namun Oren Outsider justru mengeluarkan biaya yg jauh lebih besar untuk sekedar memenuhi hasrat mereka menyaksikan secara langsung PERSIJA ! Ternyata mereka sudah membuktikan kalo cinta itu tidak bisa dibatasi oleh jarak dan suku.

Rojali, mereka juga sudah dengar istilah itu, dan jelas terungkap dari pembicaraan dengan mereka kalo mereka tidak mau dibilang Rojali. Mereka mau resmi, mereka punya keinginan kuat tuk menjadi bagian dari keluarga besar the Jakmania. Hingga saat ini mereka merasa diri mereka sebagai the Jakmania, tapi apakah mereka sudah diakui sebagai Korwil? Seingat gw, belum ada satupun oren outsider yang jauh di luar Jakarta sudah diizinkan tuk membuat Korwil resmi. Konon, AD/ART the Jakmania membuat hal itu belum dimungkinkan. Coba pikir, setiap partai tandang siapa yang paling dulu diminta bantuan? Cikampek pasti, tempat lalu lalangnya kereta maupun bis menuju ke Jawa Tengah atau Jawa Timur. Cirebon juga demikian. Lalu DIJ, Jakmania Solo Raya, Jakngalam, sudah pasti jadi paling sibuk menyiapkan penyambutan rombongan dari Jakarta. Jumlah mereka sudah besar, kontribusi mereka nyata, tapi karena terbentur aturan mereka semua belum bisa berdiri memancangkan bendera mereka sendiri. Di Tegal sebagian dari mereka masuk ke Korwil Srengseng Raya dan sebagian lagi ke Korwil Kranji. Di Cirebon banyak yang ke Korwil Kemayoran.

Klo menurut gw Oren Outsider itu ibarat anak balita yg butuh perhatian dari induknya di Jakarta. Dan sebagaimana balita pada umumnya, mereka ini masih polos dan belum paham benar kondisi di Jakarta. Jadi tergantung kita mau berperan sebagai apa disana. Minjam sebuah judul lagu di tahun 80an, kita mau jadi Madu atau jadi Racun? Bagi mereka, kehadiran Persija di kota mereka ibarat Madu. Bisa berjumpa langsung dengan para pemain pujaan, bisa nonton langsung tim kebanggaan, dengan jarak dan waktu yg singkat. Ketika tidak ada Persija, mereka kembali kepada kendala klasik, sulit ngumpulin anggota. Kenapa? Ya karena Persija yg mengumpulkan kita semua, karena Persija yang menyatukan kita semua, dan karena Persija kita semua ada. Jadi bila ga ada Persija, tentunya mereka berharap ada Madu dalam bentuk lain. Madu dalam bentuk kehadiran figur yang jadi pimpinan di the Jakmania, figur yang bisa memotivasi mereka tuk tetap semangat memberikan dukungan pada Persija. Kehadiran para pengurus teras the Jakmania tentunya membuat mereka semua merasa diperhatikan dan diakui sebagai bagian dari the Jakmania.

Stiker Jakmania Cirebon sudah terpasang di pintu kamar gw. Stiker pemberian Raden, siswa SMP yg tinggal di wilayah Kabupaten. Kaos Wong Cirebon pemberian Echol gw pake pas acara slametan di rumah Ismed Sofyan. Mangga Indramayu dari FengQ udah gw sikat abis bareng Jak Cirebon, Jak Pasar Rebo dan keluarga gw sendiri. Dan masih banyak lagi kenang2an dari para oren outsider yg tersimpan di lemari pakaian gw. Ungkapan kecintaan pada klub yg diwujudkan dengan kreativitas, sekaligus juga ungkapan terima kasih atas kunjungan kita. Klo udah gini, ada rasa terharu dan tumbuhlah kedekatan emosional antara kita dengan mereka. Kita jadi peka terhadap kendala yg mereka alami, jadi responsif terhadap kesulitan yg mereka rasakan. Kalo sudah tumbuh hal seperti ini, kita baru bisa bangga menyatakan kalo the Jakmania itu adalah sebuah KELUARGA BESAR.

Atau kita mau berperan sebagai Racun? Doktrin2 permusuhan bukan sesuatu yang bijaksana tuk dikeluarkan. Di Indramayu ternyata gesekan tidak seperti yang kita bayangkan terjadi di Bekasi, CIkampek atau Bogor. Juga di Cirebon, Tegal, Jogjakarta, dll. Mereka itu kan sebetulnya wilayah netral yg tidak semestinya kita racuni dengan permusuhan yg ada di Jakarta dan Bandung. Mereka semua berada di wilayah orang lain yg seharusnya kita hormati. Di Jogja ada Brajamusti, di Malang ada Aremania, di Solo ada Pasoepati dll. Kelompok2 itu tidak seharusnya kita libatkan dalam perseteruan keras yg terjadi di Jakarta. Kalo ternyata mereka juga punya masalah yg sama tetap bukan menjadi legitimasi kita tuk sah2 aja menyebar permusuhan di wilayah mereka. Dulu setiap partai tandang gw selalu brifing sebelum keberangkatan dengan kata2…. “Bila kita masuk suatu lingkungan, jangan pernah berharap lingkungan itu yg menyesuaikan diri sama kita, tapi kitalah yg harusnya menyesuaikan diri pada lingkungan”……

Begitu pentingkah pengakuan dari kita akan keberadaan mereka? Begitu pentingkah silaturahmi kita jalankan dengan mereka? Di Tegal dulunya mereka satu. Dipimpin oleh seorang yg sering berkomunikasi dengan Ayah Rico dan sempat diberi julukan Wartejak. Orang itu dulu sering juga hadir di Stasiun Oren untuk mengikuti perkembangan Persija. Namun orang tsb ternyata bukan figur yg bisa dipercaya. Karena satu dan lain hal, orang tsb lenyap dengan membawa uang kaos hasil kumpul2 mereka. Akhirnya Tegal terpecah 2 sebagian ke Korwil Srengseng Raya, sebagian lagi ke Kranji. Itu hanya salah satu contoh kendala yg mereka hadapi untuk menyatukan anggota di wilayah mereka sendiri. Belum lagi belakangan ini muncul pula ego dari komunitas2 yg marak tumbuh di Jakarta. Masing2 membawa isme-isme nya sehingga di wilayah2 yg seharusnya bisa kita satukan malah terpisah-pisah menjadi beberapa kelompok. Sejauh kelompok2 itu bisa berjalan berdampingan tidak ada masalah. Tapi bila itu menjadi kendala ketika mereka ingin menjadi korwil resmi, atau berbeda dalam menyikapi perseteruan dengan suporter lain di Jakarta, maka sadar atau tidak kita malah jadi racun bagi mereka.

PERSIJA ! Hanya sebuah kata! Tapi makna dari kata itu bergantung pada kita semua. Apakah kata itu bisa menyatukan kita? Apakah kata itu bisa menyamakan persepsi kita? Apakah kata itu bisa membuat kita ikhlas menyaksikan para oren outsider berdiri berdampingan tanpa menonjolkan perbedaan tapi lebih mengungkapkan kebersamaan? Oren Outsider mengajarkan gw banyak hal. Cinta, Loyalitas, Survive, dan masih banyak lagi. Bagaimana mereka bisa berdampingan dengan kelompok yg di Jakarta tidak mungkin bisa dilaksanakan. Bagaimana mereka bisa memberikan sesuatu yg dimiliki sebagai ungkapan terimakasih. OREN OUTSIDER – LEARN TO LIVE TOGETHER, LEARN TO GIVE EACH OTHER.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

CERITA DIBALIK LAGU-LAGU THE JAKMANIA oleh Bung Ferry Indrasjarief

Lebak Bulus, 8 September 2012

 

Lagu the Jakmania sekarang ga terhitung jumlahnya. Buanyak banget. Dan ga sedikit juga yang dipake sama suporter2 lain ketika memberikan dukungan pada timnya masing2. Gak masalah kan? Malah semakin bangga kita kalo lagu kita ternyata disukai suporter2 lain. Dalam tulisan kali ini, gw mau ceritain tentang proses terjadinya lagu2 tsb, tentunya lagu yang gw terlibat di dalamnya, entah sebagai pengubah lirik, pencipta ataupun sekedar menjadi pencetus ide tema lagunya. Harapannya tentu agar semua the Jakmania tidak asal nyanyi atau salah persepsi tentang kata2 yg termaktub dalam lagu tsb. 

 

ANAK THE JAK ASIK-ASIK … ATRAKSINYA MAKIN APIK … PERSIJA MAIN CANTIK … DIPIMPIN KAPTEN JABRIK … SUDAH PASTI YANG TERBAIK ………. Lagu itu adalah lagu pertama yg dinyanyikan the Jakmania. Gw ambil dari Lagu Tanjung Perak. Kebetulan lagu tsb pernah gw denger dengan versi lirik yang berbeda-beda. Timbullah ide untuk mengganti liriknya dengan kata2 yang mencerminkan Persija dan suporternya. Kata asik gw masukin karena waktu itu lagi maraknya lagu house musik dengan adegan orang geleng2 kepala sambil nyanyi “asik-asik, asik-asik” sampe muncul istilah triping. Gw ga berharap anak the Jakmania jadi ikut2an triping dlsb yg menjurus ke narkoba, tapi gw berharap anak the Jakmania itu bersikap yang asik2 aja, enjoy aja terutama dalam memberikan dukungan pada Persija. Kata IK menjadi akhiran dari setiap kalimat dalam lagu ini, secara kebetulan pula kapten Persija kala itu adalah Nuralim alias Jabrik. Penggunaan akhiran yg sama hanya sebagai daya tarik lagu aja biar semua tertarik untuk ikut menyanyikannya. Kedepannya, gw seringkali menggunakan akhiran yang sama dalam lagu2 berikutnya. Alhamdulillah, lagu yg gw cetusin di Menteng ini mendapat sambutan positif terutama dari rekan gw sesama pendiri the Jakmania : Herry JM03.

 

KICIR KICIR INI LAGUNYA … LAGU LAMA YA TUAN DARI JAKARTA … SAYA BERNYANYI YA TUAN MEMANG SENGAJA … UNTUK MENDUKUNG YA TUAN PERSIJA JAYA ………. Lagu itu lagu asli Betawi yg gw ubah sedikit liriknya. Saat itu di Jakarta ada 2 tim yang mendominasi Sepakbola Indonesia yakni Persija dan Pelita Jaya. Suporter Pelita Jaya sering menyanyikan lagu JALI-JALI sebagai ciri khas mereka. Makanya gw ambil lagu KICIR-KICIR yang menurut gw lebih energik sebagai ciri khas suporter Persija. Lagu ini menurut gw jadi lagu yang paling bikin semangat. Baik di kalangan suporter maupun pemain. Mungkin karena lagu ini memang udah lama ada dan lebih melekat di hati masyarakat kala itu. Sempat hilang lama tidak dinyanyikan lagi di Stadion, lagu Kicir-Kicir ini di musim kemarin sempat 2x dinyanyikan lagi. Gw sama rekan2 pendiri the Jakmania di Sektor 3 udah pasti ikutan nyanyi dengan semangat berlebih. Sayang belakangan lagu ini dilupakan lagi.

 

AYO MACAN … KEMAYORAN … PANTANG MUNDUR … PANTANG MUNDUR ………. Lagu yang gw ambil dari Lagu Boney M tahun 70an yang berjudul River of Babylon. Sederhana sekali liriknya dan ga panjang jadi lebih mudah diapal semuanya. Lagu ini juga ga banyak makan tenaga karena bisa dinyanyikan tidak dengan nada tinggi. Makanya setiap nyanyi lagu ini rasanya susah sekali berhentinya. Bawaannya pengen terus, terus dan teruuuuuuus nyanyi. Lagu ini paling disukai Dede, salah satu rekan gw sesama pendiri the Jakmania.

 

ABANG DAN NONE … ENYAK BABE … KITA DUKUNG PERSIJA … MACAN KEMAYORAN … 2X. Itu sebetulnya lagu Koes Ploes yg kata2nya “Apa Gunanya, Kaya Raya, Tak Ada Teman dan tak Ada Kawan”. Lagu itu asik dan gw pengen dipake tuk memotivasi anak the Jakmania agar segera mengajak kerabat terdekatnya tuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan pada Persija. Saat itu kan pendukung Persija masih dikit dan didominasi oleh anak sekolahan. Belakangan lagu ini dinyanyikan oleh Grup Penyot Sexi dalam Album Kompilasi the Jakmania yg pertama. Mereka minta ijin dulu karena iramanya dirubah dan kemudian ditambah lagi menjadi satu lagu yang utuh dan sangat asik karena iramanya gembira banget dah. 

 

PERSIJA PERSIJA KESEBELASAN PALING GAYA … PERSIJA PERSIJA KEBANGGAAN IBUKOTA … PERSIJA PERSIJA MILIK SEMUA ORANG JAKARTA … PERSIJA PERSIJA MEMANG PANTAS JADI JUARA ………. Lagi2 berakhiran sama kan? Gw jadi suka bikin kata2 yg berakhiran sama. Lagu ini awalnya punya irama yang berbeda. Lalu gw ga sengaja nonton berita di TV dimana Boca Junior keluar sebagai Juara Liga Argentina. Dalam gambar tampak Sang Legenda Maradona ikut merayakan bersama para pemain dan suporter Boca Junior dengan menyanyikan lagu sambil jingkrak2. Kata2nya yg gw denger cuma AIYE AYIO EYA EE EYA EYO dst….. Karena cuma nguping sebentar akhirnya gw pake aje kata2 di atas jadi lagu PERSIJA. Kenapa gw bilang disitu “Kesebelasan paling Gaya” karena waktu itu gw pernah liat proposal Persija Liga Indonesia 4 bikinan Diza Rasyid Ali Manajer Persija saat itu. Dalam proposalnya tercantum tekad untuk menjadikan “PERSIJA LEBIH GAYA”. Lebih Gaya disitu dimaksudkan Persija tampil dengan permainan bagus, menarik dan sportif dengan menggunakan atribut yang juga menarik. Rekan gw sesama pendiri the Jakmania yang berasal dari Manggarai Tirta Kurniawan memberikan respon yang sangat positif. Tirta bahkan langsung membayangkan ketukan drumnya. Gw memang paling suka liat Tirta gebuk drum di Stadion. Keliatan enjoy banget, gebuk drum sambil nandak2 dikit, sambil nonton pertandingan. Betul2 asik sesuai moto Anak the Jak Asik Asik. Lagu ini kemudian oleh Hoolijak, band the Jakmania yg berasal dari Korwil KM37 Villa Pertiwi dibawakan dalam album kompilasi the Jakmania yang pertama. Komentar mereka sama “Ini bener2 lagu suporter, semangat banget”. 

 

SAYA PALING SUKA SAMA PERSIJA … DARI DULU SUKA SAMA PERSIJA … WALAU ADA JUVENTUS ATAUPUN AC MILAN … TAPI SAYA TETAP SUKA PERSIJA ………. Tadinya ga ada kata Juventus dan AC Milan, yang ada Pelita dan Persijatim, 2 klub yang juga bermarkas di Jakarta. Tapi Rhevie Dut rekan gw sesama pendiri the Jakmania yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Umum the Jakmania minta diganti. Alasannya level Persija seharusnya ga sebatas tim lokal aja, tapi udah setara dengan tim-tim Eropa. Kala itu kan yang popular Serie A Italia bukan Liga Inggris. Irama lagu itu gw ambil dari lagu Batak. Terinspirasi kala gw naik bis Kopaja P20 dari Lebak Bulus menuju Menteng. Saat di bis tau2 naek 2 orang pengamen bawa gitar. Lagu yg mereka bawakan adalah : Say selamat masih neger negeri … Agenisi bual buali … Tusiantar tusipirok padang panjang Fort De Kock … say selamat masih neger negeri …. Lagu daerah Tapanuli yg sebetulnya juga bukan asli mereka tapi diambil dari lagu Belanda. 

 

SOPAN DONG SOPAN DONG SOPAN DONG … SOPAN DONG KALO MAEN DI JAKARTA … KALO GA BISA SOPAN NANTI GA BISA PULANG … SOPAN DONG SOPAN DONG SOPAN DONG ………. Jadi suporter kan harus bisa memberikan pressure pada lawan biar mereka jerih maen di kandang kita. Nah lagu ini gw tujukan bagi tim manapun yg melawan Persija di Lebak Bulus. Kala itu kan tim-tim dari manapun seringkali melakukan permainan keras menjurus kasar pada Persija. Biasanya ini dilakukan oleh tim-tim yang secara tehnis kalah dan hanya bisa mengandalkan cara yg tidak sportif untuk bisa mengimbangi atau mengalahkan Persija. Makanya gw bikin lagu ini agar mereka juga harus berpikir 2x bila ingin maen keras di Jakarta. Lagu ini juga sebagai bentuk dukungan pada Pemain Persija bahwa mereka ga usah takut dengan permainan apapun yg diterapkan lawan karena the Jakmania tidak akan tinggal diam bila melihat para pemainnya dihajar dengan cara yg tidak sportif. Setiap ada pelanggaran keras di lapangan terhadap pemain Persija, kita pasti semangat nyanyiin lagu ini.

 

INI LEBAK BULUS … KANDANGNYA PERSIJA … JANGAN CARI MAMPUS KALO MAEN DI JAKARTA ………. Dari lagu daerah SUWE ORA JAMU … Waktu itu gw lagi nonton Tim Nasional mau main di Senayan. Sebelum pertandingan seringkali diputar lagu2 daerah. Pas diputar lagu Suwe Ora Jamu banyak yg ketawa karena menganggap lagu itu ga bikin semangat. Karena dibahas gw jadi mikir tuk ganti kata-katanya. Dan akhirnya dapatlah lirik seperti yg gw sebut di atas. Lagu itu tujuannya mirip Lagu Sopan Dong, tapi kali ini justru ditujukan bagi suporter lawan. Kenapa? Ya karena kala itu banyak suporter dari luar kota yang tidak terkoordinir seperti sekarang. Mereka memberikan dukungan pada timnya dengan melakukan teror pada pemain2 Persija. Kata2nya sangat kotor dan tak jarang sampai melakukan pelemparan2 benda ke lapangan yg diarahkan ke pemain2 Persija. Jumlah the Jakmania memang masih sedikit kala itu dan kehadiran the Jakmania masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan dari mereka. Makanya gw bikin lagu itu untuk memperingatkan mereka tuk bisa memberikan dukungan pada timnya aja tanpa harus mengganggu pemain Persija. Lagu ini juga secara tidak langsung menyatukan suporter Persija jadi lebih kompak karena merasa senasib dan gusar melihat perilaku lawan. 

 

ADA MACAN … DI LEBAK BULUS … MENCARI MANGSA … JANGAN DIGANGGU ………. Ini kan lagu anak kecil yg aslinya kayak gini : Ada Kodok di pinggir kali … dst. Amir Paksi Korwil Depok saat itu, yg senengnya bawa anak kecil ke stadion, entah kenapa saat jeda babak pertama tiba2 nyanyiin lagu Ada Kodok di depan para anggotanya. Mungkin maksudnya becanda karena anggotanya kan bocah alus semua alias recehan. Tapi Amir sempet ngobrol ke gw kalo lagu itu asik juga bila diganti kata2nya. Akhirnya dapatlah lagu Ada Macan yg lagi2 akhirannya mirip2 kan, jadi kayak pantun. Lagu ini juga sama tujuannya dengan lagu Sopan Dong namun kata2nya lebih halus. Macan dalam hal ini adalah para pemain Persija. Gambaran klo saat itu para pemain Persija seperti Macan kelaparan yg siap menerkam lawan2nya. Semacam pshywar bagi tim lawan untuk selalu waspada dengan Persija karena lengah sedikit bisa fatal akibatnya. Apalagi kalo sampe diusik emosinya ….. pasti maennya jadi lebih trengginas. Begitulah kira2 gambaran yg diinginkan oleh lagu tsb.

 

PERSIJA DI DADAKU … PERSIJA KEBANGGAANKU … KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG … KOBARKAN SEMANGATMU … TUNJUKKAN SPORTIFITASMU … KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG ………. Cerita lagu ini sedikit banyak udah gw buka di notes gw terdahulu tentang sejarah the Jakmania dari musim ke musim. Lagu yg berasal dari Apuse, lagu daerah Papua. Sebetulnya rekan gw Revhie Dut udah ngusulin lagu ini jadi lagu the Jak udah lama, tapi kala itu gw belum dapat ide liriknya dan kita malah nganggap irama lagu itu kurang pas buat suporter. Setahun kemudian baru gw dapat ide lyriknya. Pertama dinyanyikan juga pas gw mimpin jadi dirijen dadakan di belakang gawang barengan Korwil Kelapa Gading Timur Komarul. Lagu itu spontan gw ajarin saat itu juga. Tepuk tangannya juga spontan gw dapat saat itu juga pas di atas pager. Jadi serba dadakan tapi ternyata lagu itu jadi lagu paling fenomenal setelah diganti menjadi Garuda Di Dadaku dan terutama setelah dinyanyikan oleh Grup Band Netral. 

 

KAMI SATU JIWA … KAMI SATU CITA … KAMI SATU CINTA … PERSIJA … DEMI KEMENANGAN … DEMI KEJAYAAN … DEMI KESATUAN … PERSIJA. Gw pernah denger lagu klub Itali Lazio. Lagunya asik dan bernada hymne. Gw pengen banget Persija punya lagu hymne yg bisa menggugah semangat pemain dan suporternya. Lagu ini sebetulnya iramanya udah gw dapat lama banget, tapi kata2nya yg susah. Akhirnya gw minta ijin ama anak2 Hoolijak untuk make kata2 mereka Demi Kemenangan, Kejayaan dan Kesatuan. Jadilah lagu hymne Persija ini. Lagu yg sampe sekarang kalo dinyanyiin bisa bikin bulu kuduk gw merinding, terharu pengen nangis. Lebay ya? Tapi klo lagu ini dinyanyiin dengan penghayatan yg dalem, gw rasa lu semua pasti merasakan hal yg sama. Sampe sekarang ada satu obsesi gw terhadap lagu ini yang belum kesampaian. Pengen bikin video klip dengan lagu ini dimana yang nyanyi adalah para Pemain dan Official Persija.

 

MATAHARI TERBENAM HARI MULAI MALAM … PERSIJA MAU PULANG BAWA KEMENANGAN … JABRIK, JABRIK, PAHLAWAN PERSIJA … MBENG JEAN, MBENG JEAN, PAHLAWAN PERSIJA ………. Lagu itu kita nyanyikan setelah selesai pertandingan dan mengiringi bis Tim Persija yg mau pulang. Lagu itu memang cuma beberapa kali aja dinyanyikan tapi tetap bermakna dalam. Selain untuk mengiringi bis, itu juga sebagai ucapan terima kasih bila Persija berhasil menyuguhkan kemenangan bagi the Jakmania. Nama2 Pemain bisa berganti disesuaikan dengan siapa pencetak gol atau siapa yg bermain gemilang dalam pertandingan itu. Kalo yg ga tau iramanya, itu diambil dari lagu Burung Hantu yang lirik aslinya adalah sbb : Matahari Terbenam, Hari Mulai Malam, Terdengar Burung Hantu, Suaranya Merdu, Kuku, Kuku, Kuku Kuku Kuku 2x. 

 

AYO DUKUNG PERSIJA OI … SEKARANG DAN SELAMANYA … AYO DUKUNG PERSIJA OI OI … SEKARANG DAN SELAMANYA … DIMANA KAU ADA KAMI SLALU ADA KARNA KAMI JAKMANIA … DIMANA KAU ADA KAMI SLALU ADA KARNA KAMI CINTA PERSIJA ………. Ni pas lagi rame2nya ngambil lagu anak2 untuk dijadikan lagu Persija. Lagu ini sebetulnya asalnya dari lagu anak2 yg syairnya kurang lebih begini “sebelum kita makan de, cuci tanganmu dulu, banyak2 makan jangan ada sisa ayo makan bersama”. Ga apal kata2nya semua tapi kurang lebih kaya gitu. Gak ada makna khusus dari lagu ini tapi kenapa harus ada kata OI ya karena waktu itu mulai bermunculan para pendukung Persija yang datang ke Lebak Bulus sambil bawa bendera OI.

 

KATANYA BOLA KITA RUSUH … KATANYA BOLA GA BERMUTU … APAPUN YANG TERJADI KAMI TETAP JANJI … MENDUKUNG BOLA NEGRI INI … POLITIK BERKELAHI SALING CACI MAKI … BAGI KAMI FOOTBALL FOR UNITY ……… Ini lagu bener2 hasil buah pikiran gw alias tidak berasal dari lagu yg udah ada. Saat itu situasi politik di Jakarta emang lagi heboh karena ada Pilgub dimana Bang Yos mencalonkan lagi untuk kedua kalinya. Banyak pro dan kontrak terhadap Bang Yos. Dan tidak sedikit yang diam2 menghubungi anggota2 the Jakmania di berbagai wilayah tuk ikut berpartisipasi demo mendukung atau menolak Bang Yos. Dari situlah gw keluarkan sikap kalo kita tidak ikut campur dalam masalah ini. Siapapun Gubernurnya nanti, pasti akan kita dukung. Gw ga mau the Jakmania yang sudah kompak dan satu tujuan untuk Persija harus terpecah belah karena beda sikap politik. Kebetulan kala itu ada Liga the Jakmania yg diketuai oleh Bang Mamat Korwil Pondok Pinang. Bang Mamat ngambil tema FOOTBALL FOR UNITY untuk Liga the Jakmania sebagai motto untuk menyatukan seluruh anggota the jakmania. Lagu ini juga pernah kita nyanyikan saat diminta ngeramein program acara sepakbola di RCTI. Tak kurang dari Dick Doang, pembawa acara itu, sangat menyukai lirik lagu ini sehingga ga segan2 minta kita nyanyiin terus. 

 

SERANG! HADAPI SEMUA LAWANMU … MAJU! BANTAI SEMUA MUSUH2MU … MENANG! BERSAMA KITA RAYAKAN … SORAK BERGEMBIRA DARI KAMI THE JAKMANIA … PERSIJA AYO MAJU … PERSIJA PANTANG MUNDUR … PERSIJA JANGAN RAGU … JAKMANIA BERSAMAMU ………. lagu yg dinyanyikan oleh Hoolijak ini gw bikin pas Final Piala Emas Bang Yos 1 antara Persija vs Persebaya. Terjadi kerusuhan antara kedua suporter dan gw berinisiatif tuk masuk ke tribun Bonek biar the Jakmania brenti nimpukin. Setelah aksi saling lempar berhenti kedua suporter dipisah dalam jarak tertentu dan gw berada di tengah2 mereka. Disitulah kuping gw ngerasa denger irama lagu perpaduan antara nyanyian the Jakmania dan Bonek. Lagu itu langsung gw nyanyiin di Hall Basket sepulang nonton dan Kiky Gemblux langsung antusias minta lagu itu untuk grup bandnya Hoolijak. Gw cuma bikin refrain nya dan mereka yg lengkapi dengan bait awalnya. Jadilah itu lagu utuh yg kalo dinyanyiin bikin gw terharu, karena bagi gw lagu itu seperti mengungkapkan kecintaan kita pada Persija dan ingin selalu mendampingi setiap Persija berlaga.

 

KU ANAK JAKARTA … KUSUKA PERSIJA … KUINGIN PERSIJA JUARA DI INDONESIA … JADILAH YANG TERBAIK … BERMAIN YANG CANTIK … PERTANDINGAN BERJALAN MENARIK … JAKARTA SIMPATIK … JAKARTA KOTA GUE … OREN WARNANYA GUE … PERSIJA KEBANGGAAN GUE … SAMPE MATI TETEP GUE ………. Lagi-lagi buah karya gw sendiri. Kata2 Jadilah Yg Terbaik memang tidak dinyanyikan di Stadion karena memang itu ditambahkan belakangan. Lagu ini gw bikin, jujur aje nih, untuk menangkal kampanye yg dilakukan oleh NJ Mania. Di Utara sono, mereka bikin kaos dengan kata2 seperti : “Kalo ada Biru buat apa Oren?” Dengan lagu ini kan gw bikin Jakarta itu identik dengan Oren atau lebih tepatnya lagi yang ada di hati the Jakmania itu hanya 3 : Jakarta, Oren, Persija. Alhamdulillah dengan lagu ini, rekan2 kita di Utara tetap bangga dengan Oren meski mendapat intimidasi dan dicap penghianat. 

 

APA JADINYA BILA PERSIJA BERLAGA … KOTA JAKARTA OREN OREN KAN MENYALA … APA JADINYA BILA PERSIJA BERLAGA … THE JAKMANIA SATU HATI SATU CINTA … KUANAK JAKARTA KUDUKUNG PERSIJA HUJAN PANAS CUEKIN AJA … KUANAK JAKARTA KUDUKUNG PERSIJA ENYAK BABE DOA RESTUNYA ………. Lagu ini gw bikin persis depan Sekretariat the Jakmania di Lebak Bulus dan Delli Korwil Pondok Pinang jadi saksi hidupnya. Tadinya sempat mau pake kata2 “Oren Oren Kan Membara” tapi ditolak ama Deli jadi kembali ke kata asal. Kata “Berlaga” di bait kedua diganti ama Biang Kerok dengan “Juara” tapi gw tetep suka dengan kata pertama karena anak the Jak tu harus satu hati satu cinta tidak hanya pas Persija juara aje. Lagu ini gw harapkan bisa menggugah anak2 the Jakmania untuk selalu mengorenkan Jakarta setiap Persija berlaga. Euphoria itu harus selalu tercipta dan semangat itu harus selalu dikobarkan, meski hujan atau panasnya terik matahari melanda Jakarta. Kenapa harus ada Enyak Babe? Itu karena pernah jatuh korban kalo ga salah namanya Petrus, 11 tahun dari wilayahnya si Donal Kapuk tapi persisnya gw lupa. Anak itu kan ga pernah nonton Persija (paling enggak itu pengakuan ibunya), namun satu hari karena lagi libur dia ngikut temen2nya yang rame2 mau berangkat ke Lebak Bulus. Bocah2 ini berangkat naik truk kontener. Sayang karena hujan dan licin, Petrus yang bergelantungan di sambungan truk terjatuh dan tewas terlindas. Pas gw ngelayat, sempat terjadi kesalahpahaman dengan Ibu dari Almarhum. Dia menganggap gw yg ngajak2 anaknya nonton bola padahal dia Batak dan ga suka Persija. Tapi keluarganya buru2 minta maaf dan nenangin Sang Ibu. Gw sangat tersentuh dengan kejadian ini dan gw liat banyak anak2 yg masih bocah kalo pergi nonton Persija ga pamit ama orang tuanya tapi nyelonong aje kayak anak kucing. Gw ga pengen ada jatuh korban lagi dan gw berharap semua the Jakers selalu pamit sama orang tua bila akan berangkat menuju Lebak Bulus nonton Persija. Biasanya kan doa orang tua sangat manjur dan kedepannya tidak ada lagi jatuh korban. Amin.

 

HARI INI KUTINGGAL PEKERJAAN … SIAP SIAP TUK NONTON PERTANDINGAN … ORANG BILANG AKU SUDAH KESURUPAN … DEMI PERSIJA APAPUN KULAKUKAN … PERSIJA JAKARTA OOO (4X) … BELI KARCIS AKU PAKE UANG JAJAN … WALAU HARUS KAGAK ROKOK KAGAK MAKAN … ORANG BILANG DITUBUHKU MASUK SETAN … AKU YAKIN SEMUA INI PENGORBANAN … PERSIJA JAKARTA OOO (4X) ………. Sayang bait kedua dari lagu ini tidak pernah dinyanyikan, padahal kata2nya sangat bagus tuk jadi kampanye positif bagi para rojali yg ga mau beli tiket. Lagu ini gw karang pas ada kegiatan Grebek Sahur. Saat itu sebetulnya gw udah jadi Asisten Manajer di Persija. DI Sekret kala itu dihuni oleh orang2 heboh macam Ritus, Dian, Dado, Surya, Didit, Tompel, UU, Rico dll. Ketum saat itu adalah Danang. Pas Ramadhan tiba2 muncul ide untuk sahur di rumah para pengurus secara bergiliran. Tapi kita mau bikin surprise ga bilang sama yg punya rumah. Untuk mendukung kegiatan ini kita belanja masakan dan nyiapin Ritus yg jago masak tuk selalu ikut. Dengan cara ini kan kita jadi ga ngerepotin yg punya rumah. Paling ngga yg punya rumah ga panik mau nyuguhin apa. Satu waktu pas kita mau Grebek ke rumah Bayu Korwil Cengkareng, kita belanja dulu di Pasar Kebayoran Lama. Tau-tau ada orang yg rada2 melihat Vespa Abah Ram yg parkir di pinggir jalan dan ada Bendera Persija berkibar di Vespanya. Orang tsb langsung girang dan ambil bendera Persija sambil kibar2in di tengah jalan dan berteriak … “Persija… Jakarta … Oooo”. Dari situlah tiba2 timbul ide untuk bikin lagu dengan irama yg mirip dengan yg diteriakin tu orang. Iramanya gw dapat saat itu juga di depan Jidad Korwil Pd Pinang saat itu dan Dian anggota dari Pondok Pinang. Baru besoknya gw dapat kata2nya yang terinsipirasi dengan pengalaman gw ketika masih kerja di salah satu perusahaan konsultan di Hang Tuah. Setiap mau nonton Persija kan gw harus kabur atau ijin dari kantor, sampe2 bos gw bilang “Lu tu kesurupan setan apa sih sampe nonton Persija lu bela2in ninggalin kantor?” Hehehehe, Bos gw ternyata berjasa ngasi gw ilham tuk bikin lagu. Bait berikutnya adalah himbauan. Gw heran, kalo Persija maen, di Lebak Bulus banyak yg cuma nongkrong2 doang di luar tanpa mau beli tiket masuk alias nunggu jebolan. Padahal gw liat mereka rata2 jajan, baik makan, minum, rokok bahkan ada yg sanggup beli kaos dan syal Persija. Lalu kenapa uangnya ga dipake buat beli tiket aje? Dari situlah gw pengen ada lagu yg bersifat himbauan dan beli tiket itu harus jadi budaya dan kebanggaan bagi seluruh the Jakmania.

 

MATAHARI MEMBAKAR KULIT KAMI … HUJANPUN DERAS MEMBASAHI DIRI … GAK MASALAH KAMI SUDAH SAKTI … YANG KAMI TUNGGU HANYA KEMENANGAN … YANG KAMI TUNTUT HANYA PERJUANGAN … O PERSIJA JAWAB TANTANGANKU … KAMU BUKAN ANAK BAWANG … TETAPI KAMU SANG PEMENANG … AYO MAIN DENGAN SENANG … BIKIN JAKMANIA TERUS GOYANG … KAMI GA BUTUH PEMAIN NASIONAL … KAMI GAK INGIN PEMAIN TERKENAL … YANG PENTING PEMAIN YANG LOYAL … SATUKAN TEKAD KEJAR CITA-CITA … SATUKAN CINTA HANYA TUK PERSIJA … O PERSIJA TURUTI MAUKU ………. Ini lagu gw bikin di dalam pesawat saat mau tandang ke Malang. Saat itu gw lagi kecewa banget sama Atep. Dia sebelumnya dipanggil Timnas U23 sehingga lama ga bisa perkuat Persija. Abis itu dia langsung dipanggil Timnas Senior jadi bersama Robi makin lama aja ga bisa perkuat Persija. Setelah tugas di Timnas Senior tuntas, Robi langsung balik latihan di Persija sedangkan Atep malah ijin pulang ke Bandung. Akibatnya Atep sama sekali ga ikut latihan menjelag partai Persija melawan PSIS Semarang. Saat itu Pelatih Sergei Dubrovin dilema, antara masang Atep tapi pasti akan bikin resah pemain lain yang sudah giat berlatih, atau masang cadangannya yg kualitasnya masih di bawah Atep. Keputusan akhirnya jd masang Atep dan gw liat bagaimana sulitnya Pelatih mengambil keputusan. Lagu ini tetap bertujuan mengangkat semangat Pemain dengan mengungkapkan pengorbanan suporter dalam mendukung Tim jadi timbal baliknya Tim juga harus mati2an tuk memberikan kemenangan pada suporternya.

 

AYO THE JAK DUKUNG PERSIJA … PANTANG SURUT DUKUNG PERSIJA … KANDANG TANDANG DUKUNG PERSIJA … LOYALITAS KITA … KUDISINI HANYA UNTUKMU … KUBERNYANYI TUK MENDUKUNGMU … KULUANGKAN SEMUA WAKTU … PERSIJA I LOVE YOU … MAJU TERUS AYO PERSIJA … PANTANG MUNDUR AYO PERSIJA … JANGAN TAKUT AYO PERSIJA … THE JAK BERSAMAMU … LEPASKAN BEBAN PIKIRANMU … HAPUS EGO DALAM DIRIMU … HORMATILAH SEMUA MUSUH … PERSIJA I LOVE YOU ……….

 

TERLALU BANYAK OMONGAN DI KORAN … TERLALU BANYAK ORANG YANG BERPERAN … BIKIN PUYENG PUYENG PUYENG PALA GW PUYENG … MASA BODO DENGAN MANAJEMEN … MASA BODO MATERI PEMAIN … CUEK AJE CUEK CUEK GW CUEK AJE … YANG GW CINTA CUMA PERSIJA YANG GW DUKUNG CUMA PERSIJA YANG GW NANTI CUMA PERSIJA PERSIJA PERSIJA PERSIJA ………. Sebetulnya ini lagu jasanya Nyonk Mental Baja Pademangan. Dia minta gw tuk nulis kata2 yg ada di benak gw dan dia nanti yang akan carikan iramanya. Saat itu Ketum the Jakmania sering komen2 ga penting di media. Sempat ngusulin kalo Manajer Persija itu harus fit and proper test segala. Juga komen di koran2 soal lambannya kinerja manajemen dalam merekrut pemain. Selain dia, masih banyak lagi yg komen di koran2 terutama dari Pengurus2 Persija yang lain. Asli, gw pusing banget denger komen2 mereka. Padahal Persija kala itu lagi sulit2nya nyari dana. Dulu memang kita masih dibantu dengan dana APBD tapi dana itu kan turunnya ngesot dan pake tata upacara segala kaya penganten Jawa. Janji turun April akhirnya jadi Agustus. Nah kalo ga ada dana gimana mau rekrut pemain? Jadi harus sabar kudu nunggu pak Bajuri ngeluarin jurus saktinya dulu. Sebetulnya gw berharap yg komen2 itu ga cuma cuap2 di Media tapi juga ngomong langsung ke Pak Bajuri jadi biar tau letak kendalanya dimana. Tapi itulah orang Indonesia, lebih suka komen di Media daripada tatap muka langsung. Lalu gw ngeliat pola tingkah laku salah satu komunitas Pecinta Persija. Mereka ini asik-asik aja kayaknya. Meski tetap sering hadir di Stasiun Oren tuk cari tau perkembangan Persija, dan gak jarang ada diantara mereka yang suka ngasi usulan, tapi intinya mereka cuma ingin tau lika liku tim Persija yang bakal mereka dukung. Selebihnya mereka tidak terlalu memusingkan siapa Manajernya dan siapa pemainnya. Satu yang pasti… mereka akan dukung Tim Persija meski dengan materi kayak apapun. Mereka lebih suka Persija banyak menghasilkan pemain muda tapi sehat keuangannya daripada memaksakan bermaterikan bintang tapi banyak bikin pusing Manajer karena harus menyiapkan dana besar. 

 

OREN MASIH DI OREN … PERSIJA SEMANGATMU TETAP OREN … OREN MASIH DI OREN … PERSIJA GAIRAHMU TETAP OREN … JADILAH KEBANGGAANKU PANTANG MENYERAH SLALU JADI CIRI KHASMU … JADILAH INSPIRASIKU HANYA KAULAH YANG ADA DALAM PIKIRANKU ………. Lagu terakhir yg tentunya belum banyak yg denger. Warna Oren adalah warna yang menunjukkan keceriaan. Jadi gw pengen Pemain Persija bermain dengan kostum oren dan menjiwai makna dari warna Oren itu sendiri. Mereka harus punya Semangat Oren yakni semangat pantang menyerah tapi lewat permainan yang dinikmati oleh pemain maupun suporternya. Kata Inspirasi dan Pikiran adalah keinginan gw agar seluruh suporter Persija lebih terfokus pada Persija terutama dalam menciptakan kreativitas kreativitas baru dalam memberikan dukungan pada Persija. Fokus pada Persija karena kita Pecinta Persija bukan fokus pada keributan karena kita bukan golongan Haters pada apapun. 

 

Sejauh ini, itulah ingatan gw pada lagu2 the Jakmania dimana gw terlibat dalam proses terciptanya. Gw punya rencana lagu2 itu akan gw kumpulin dalam sebuah album tentunya sudah diaransir ulang oleh Nyong Mental Baja yang memang lihai dalam hal ini. Gw juga pengen bikin video klip dari salah satu tersebut di atas yang tentunya dibuat oleh anak the Jakmania juga. Niat gw, semua penjualan album ini akan diperuntukkan buat kepentingan Persija. Doain aja yah biar niat ini tercapai ……….

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar