CERITA DIBALIK LAGU-LAGU THE JAKMANIA oleh Bung Ferry Indrasjarief

Lebak Bulus, 8 September 2012

 

Lagu the Jakmania sekarang ga terhitung jumlahnya. Buanyak banget. Dan ga sedikit juga yang dipake sama suporter2 lain ketika memberikan dukungan pada timnya masing2. Gak masalah kan? Malah semakin bangga kita kalo lagu kita ternyata disukai suporter2 lain. Dalam tulisan kali ini, gw mau ceritain tentang proses terjadinya lagu2 tsb, tentunya lagu yang gw terlibat di dalamnya, entah sebagai pengubah lirik, pencipta ataupun sekedar menjadi pencetus ide tema lagunya. Harapannya tentu agar semua the Jakmania tidak asal nyanyi atau salah persepsi tentang kata2 yg termaktub dalam lagu tsb. 

 

ANAK THE JAK ASIK-ASIK … ATRAKSINYA MAKIN APIK … PERSIJA MAIN CANTIK … DIPIMPIN KAPTEN JABRIK … SUDAH PASTI YANG TERBAIK ………. Lagu itu adalah lagu pertama yg dinyanyikan the Jakmania. Gw ambil dari Lagu Tanjung Perak. Kebetulan lagu tsb pernah gw denger dengan versi lirik yang berbeda-beda. Timbullah ide untuk mengganti liriknya dengan kata2 yang mencerminkan Persija dan suporternya. Kata asik gw masukin karena waktu itu lagi maraknya lagu house musik dengan adegan orang geleng2 kepala sambil nyanyi “asik-asik, asik-asik” sampe muncul istilah triping. Gw ga berharap anak the Jakmania jadi ikut2an triping dlsb yg menjurus ke narkoba, tapi gw berharap anak the Jakmania itu bersikap yang asik2 aja, enjoy aja terutama dalam memberikan dukungan pada Persija. Kata IK menjadi akhiran dari setiap kalimat dalam lagu ini, secara kebetulan pula kapten Persija kala itu adalah Nuralim alias Jabrik. Penggunaan akhiran yg sama hanya sebagai daya tarik lagu aja biar semua tertarik untuk ikut menyanyikannya. Kedepannya, gw seringkali menggunakan akhiran yang sama dalam lagu2 berikutnya. Alhamdulillah, lagu yg gw cetusin di Menteng ini mendapat sambutan positif terutama dari rekan gw sesama pendiri the Jakmania : Herry JM03.

 

KICIR KICIR INI LAGUNYA … LAGU LAMA YA TUAN DARI JAKARTA … SAYA BERNYANYI YA TUAN MEMANG SENGAJA … UNTUK MENDUKUNG YA TUAN PERSIJA JAYA ………. Lagu itu lagu asli Betawi yg gw ubah sedikit liriknya. Saat itu di Jakarta ada 2 tim yang mendominasi Sepakbola Indonesia yakni Persija dan Pelita Jaya. Suporter Pelita Jaya sering menyanyikan lagu JALI-JALI sebagai ciri khas mereka. Makanya gw ambil lagu KICIR-KICIR yang menurut gw lebih energik sebagai ciri khas suporter Persija. Lagu ini menurut gw jadi lagu yang paling bikin semangat. Baik di kalangan suporter maupun pemain. Mungkin karena lagu ini memang udah lama ada dan lebih melekat di hati masyarakat kala itu. Sempat hilang lama tidak dinyanyikan lagi di Stadion, lagu Kicir-Kicir ini di musim kemarin sempat 2x dinyanyikan lagi. Gw sama rekan2 pendiri the Jakmania di Sektor 3 udah pasti ikutan nyanyi dengan semangat berlebih. Sayang belakangan lagu ini dilupakan lagi.

 

AYO MACAN … KEMAYORAN … PANTANG MUNDUR … PANTANG MUNDUR ………. Lagu yang gw ambil dari Lagu Boney M tahun 70an yang berjudul River of Babylon. Sederhana sekali liriknya dan ga panjang jadi lebih mudah diapal semuanya. Lagu ini juga ga banyak makan tenaga karena bisa dinyanyikan tidak dengan nada tinggi. Makanya setiap nyanyi lagu ini rasanya susah sekali berhentinya. Bawaannya pengen terus, terus dan teruuuuuuus nyanyi. Lagu ini paling disukai Dede, salah satu rekan gw sesama pendiri the Jakmania.

 

ABANG DAN NONE … ENYAK BABE … KITA DUKUNG PERSIJA … MACAN KEMAYORAN … 2X. Itu sebetulnya lagu Koes Ploes yg kata2nya “Apa Gunanya, Kaya Raya, Tak Ada Teman dan tak Ada Kawan”. Lagu itu asik dan gw pengen dipake tuk memotivasi anak the Jakmania agar segera mengajak kerabat terdekatnya tuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan pada Persija. Saat itu kan pendukung Persija masih dikit dan didominasi oleh anak sekolahan. Belakangan lagu ini dinyanyikan oleh Grup Penyot Sexi dalam Album Kompilasi the Jakmania yg pertama. Mereka minta ijin dulu karena iramanya dirubah dan kemudian ditambah lagi menjadi satu lagu yang utuh dan sangat asik karena iramanya gembira banget dah. 

 

PERSIJA PERSIJA KESEBELASAN PALING GAYA … PERSIJA PERSIJA KEBANGGAAN IBUKOTA … PERSIJA PERSIJA MILIK SEMUA ORANG JAKARTA … PERSIJA PERSIJA MEMANG PANTAS JADI JUARA ………. Lagi2 berakhiran sama kan? Gw jadi suka bikin kata2 yg berakhiran sama. Lagu ini awalnya punya irama yang berbeda. Lalu gw ga sengaja nonton berita di TV dimana Boca Junior keluar sebagai Juara Liga Argentina. Dalam gambar tampak Sang Legenda Maradona ikut merayakan bersama para pemain dan suporter Boca Junior dengan menyanyikan lagu sambil jingkrak2. Kata2nya yg gw denger cuma AIYE AYIO EYA EE EYA EYO dst….. Karena cuma nguping sebentar akhirnya gw pake aje kata2 di atas jadi lagu PERSIJA. Kenapa gw bilang disitu “Kesebelasan paling Gaya” karena waktu itu gw pernah liat proposal Persija Liga Indonesia 4 bikinan Diza Rasyid Ali Manajer Persija saat itu. Dalam proposalnya tercantum tekad untuk menjadikan “PERSIJA LEBIH GAYA”. Lebih Gaya disitu dimaksudkan Persija tampil dengan permainan bagus, menarik dan sportif dengan menggunakan atribut yang juga menarik. Rekan gw sesama pendiri the Jakmania yang berasal dari Manggarai Tirta Kurniawan memberikan respon yang sangat positif. Tirta bahkan langsung membayangkan ketukan drumnya. Gw memang paling suka liat Tirta gebuk drum di Stadion. Keliatan enjoy banget, gebuk drum sambil nandak2 dikit, sambil nonton pertandingan. Betul2 asik sesuai moto Anak the Jak Asik Asik. Lagu ini kemudian oleh Hoolijak, band the Jakmania yg berasal dari Korwil KM37 Villa Pertiwi dibawakan dalam album kompilasi the Jakmania yang pertama. Komentar mereka sama “Ini bener2 lagu suporter, semangat banget”. 

 

SAYA PALING SUKA SAMA PERSIJA … DARI DULU SUKA SAMA PERSIJA … WALAU ADA JUVENTUS ATAUPUN AC MILAN … TAPI SAYA TETAP SUKA PERSIJA ………. Tadinya ga ada kata Juventus dan AC Milan, yang ada Pelita dan Persijatim, 2 klub yang juga bermarkas di Jakarta. Tapi Rhevie Dut rekan gw sesama pendiri the Jakmania yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Umum the Jakmania minta diganti. Alasannya level Persija seharusnya ga sebatas tim lokal aja, tapi udah setara dengan tim-tim Eropa. Kala itu kan yang popular Serie A Italia bukan Liga Inggris. Irama lagu itu gw ambil dari lagu Batak. Terinspirasi kala gw naik bis Kopaja P20 dari Lebak Bulus menuju Menteng. Saat di bis tau2 naek 2 orang pengamen bawa gitar. Lagu yg mereka bawakan adalah : Say selamat masih neger negeri … Agenisi bual buali … Tusiantar tusipirok padang panjang Fort De Kock … say selamat masih neger negeri …. Lagu daerah Tapanuli yg sebetulnya juga bukan asli mereka tapi diambil dari lagu Belanda. 

 

SOPAN DONG SOPAN DONG SOPAN DONG … SOPAN DONG KALO MAEN DI JAKARTA … KALO GA BISA SOPAN NANTI GA BISA PULANG … SOPAN DONG SOPAN DONG SOPAN DONG ………. Jadi suporter kan harus bisa memberikan pressure pada lawan biar mereka jerih maen di kandang kita. Nah lagu ini gw tujukan bagi tim manapun yg melawan Persija di Lebak Bulus. Kala itu kan tim-tim dari manapun seringkali melakukan permainan keras menjurus kasar pada Persija. Biasanya ini dilakukan oleh tim-tim yang secara tehnis kalah dan hanya bisa mengandalkan cara yg tidak sportif untuk bisa mengimbangi atau mengalahkan Persija. Makanya gw bikin lagu ini agar mereka juga harus berpikir 2x bila ingin maen keras di Jakarta. Lagu ini juga sebagai bentuk dukungan pada Pemain Persija bahwa mereka ga usah takut dengan permainan apapun yg diterapkan lawan karena the Jakmania tidak akan tinggal diam bila melihat para pemainnya dihajar dengan cara yg tidak sportif. Setiap ada pelanggaran keras di lapangan terhadap pemain Persija, kita pasti semangat nyanyiin lagu ini.

 

INI LEBAK BULUS … KANDANGNYA PERSIJA … JANGAN CARI MAMPUS KALO MAEN DI JAKARTA ………. Dari lagu daerah SUWE ORA JAMU … Waktu itu gw lagi nonton Tim Nasional mau main di Senayan. Sebelum pertandingan seringkali diputar lagu2 daerah. Pas diputar lagu Suwe Ora Jamu banyak yg ketawa karena menganggap lagu itu ga bikin semangat. Karena dibahas gw jadi mikir tuk ganti kata-katanya. Dan akhirnya dapatlah lirik seperti yg gw sebut di atas. Lagu itu tujuannya mirip Lagu Sopan Dong, tapi kali ini justru ditujukan bagi suporter lawan. Kenapa? Ya karena kala itu banyak suporter dari luar kota yang tidak terkoordinir seperti sekarang. Mereka memberikan dukungan pada timnya dengan melakukan teror pada pemain2 Persija. Kata2nya sangat kotor dan tak jarang sampai melakukan pelemparan2 benda ke lapangan yg diarahkan ke pemain2 Persija. Jumlah the Jakmania memang masih sedikit kala itu dan kehadiran the Jakmania masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan dari mereka. Makanya gw bikin lagu itu untuk memperingatkan mereka tuk bisa memberikan dukungan pada timnya aja tanpa harus mengganggu pemain Persija. Lagu ini juga secara tidak langsung menyatukan suporter Persija jadi lebih kompak karena merasa senasib dan gusar melihat perilaku lawan. 

 

ADA MACAN … DI LEBAK BULUS … MENCARI MANGSA … JANGAN DIGANGGU ………. Ini kan lagu anak kecil yg aslinya kayak gini : Ada Kodok di pinggir kali … dst. Amir Paksi Korwil Depok saat itu, yg senengnya bawa anak kecil ke stadion, entah kenapa saat jeda babak pertama tiba2 nyanyiin lagu Ada Kodok di depan para anggotanya. Mungkin maksudnya becanda karena anggotanya kan bocah alus semua alias recehan. Tapi Amir sempet ngobrol ke gw kalo lagu itu asik juga bila diganti kata2nya. Akhirnya dapatlah lagu Ada Macan yg lagi2 akhirannya mirip2 kan, jadi kayak pantun. Lagu ini juga sama tujuannya dengan lagu Sopan Dong namun kata2nya lebih halus. Macan dalam hal ini adalah para pemain Persija. Gambaran klo saat itu para pemain Persija seperti Macan kelaparan yg siap menerkam lawan2nya. Semacam pshywar bagi tim lawan untuk selalu waspada dengan Persija karena lengah sedikit bisa fatal akibatnya. Apalagi kalo sampe diusik emosinya ….. pasti maennya jadi lebih trengginas. Begitulah kira2 gambaran yg diinginkan oleh lagu tsb.

 

PERSIJA DI DADAKU … PERSIJA KEBANGGAANKU … KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG … KOBARKAN SEMANGATMU … TUNJUKKAN SPORTIFITASMU … KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG ………. Cerita lagu ini sedikit banyak udah gw buka di notes gw terdahulu tentang sejarah the Jakmania dari musim ke musim. Lagu yg berasal dari Apuse, lagu daerah Papua. Sebetulnya rekan gw Revhie Dut udah ngusulin lagu ini jadi lagu the Jak udah lama, tapi kala itu gw belum dapat ide liriknya dan kita malah nganggap irama lagu itu kurang pas buat suporter. Setahun kemudian baru gw dapat ide lyriknya. Pertama dinyanyikan juga pas gw mimpin jadi dirijen dadakan di belakang gawang barengan Korwil Kelapa Gading Timur Komarul. Lagu itu spontan gw ajarin saat itu juga. Tepuk tangannya juga spontan gw dapat saat itu juga pas di atas pager. Jadi serba dadakan tapi ternyata lagu itu jadi lagu paling fenomenal setelah diganti menjadi Garuda Di Dadaku dan terutama setelah dinyanyikan oleh Grup Band Netral. 

 

KAMI SATU JIWA … KAMI SATU CITA … KAMI SATU CINTA … PERSIJA … DEMI KEMENANGAN … DEMI KEJAYAAN … DEMI KESATUAN … PERSIJA. Gw pernah denger lagu klub Itali Lazio. Lagunya asik dan bernada hymne. Gw pengen banget Persija punya lagu hymne yg bisa menggugah semangat pemain dan suporternya. Lagu ini sebetulnya iramanya udah gw dapat lama banget, tapi kata2nya yg susah. Akhirnya gw minta ijin ama anak2 Hoolijak untuk make kata2 mereka Demi Kemenangan, Kejayaan dan Kesatuan. Jadilah lagu hymne Persija ini. Lagu yg sampe sekarang kalo dinyanyiin bisa bikin bulu kuduk gw merinding, terharu pengen nangis. Lebay ya? Tapi klo lagu ini dinyanyiin dengan penghayatan yg dalem, gw rasa lu semua pasti merasakan hal yg sama. Sampe sekarang ada satu obsesi gw terhadap lagu ini yang belum kesampaian. Pengen bikin video klip dengan lagu ini dimana yang nyanyi adalah para Pemain dan Official Persija.

 

MATAHARI TERBENAM HARI MULAI MALAM … PERSIJA MAU PULANG BAWA KEMENANGAN … JABRIK, JABRIK, PAHLAWAN PERSIJA … MBENG JEAN, MBENG JEAN, PAHLAWAN PERSIJA ………. Lagu itu kita nyanyikan setelah selesai pertandingan dan mengiringi bis Tim Persija yg mau pulang. Lagu itu memang cuma beberapa kali aja dinyanyikan tapi tetap bermakna dalam. Selain untuk mengiringi bis, itu juga sebagai ucapan terima kasih bila Persija berhasil menyuguhkan kemenangan bagi the Jakmania. Nama2 Pemain bisa berganti disesuaikan dengan siapa pencetak gol atau siapa yg bermain gemilang dalam pertandingan itu. Kalo yg ga tau iramanya, itu diambil dari lagu Burung Hantu yang lirik aslinya adalah sbb : Matahari Terbenam, Hari Mulai Malam, Terdengar Burung Hantu, Suaranya Merdu, Kuku, Kuku, Kuku Kuku Kuku 2x. 

 

AYO DUKUNG PERSIJA OI … SEKARANG DAN SELAMANYA … AYO DUKUNG PERSIJA OI OI … SEKARANG DAN SELAMANYA … DIMANA KAU ADA KAMI SLALU ADA KARNA KAMI JAKMANIA … DIMANA KAU ADA KAMI SLALU ADA KARNA KAMI CINTA PERSIJA ………. Ni pas lagi rame2nya ngambil lagu anak2 untuk dijadikan lagu Persija. Lagu ini sebetulnya asalnya dari lagu anak2 yg syairnya kurang lebih begini “sebelum kita makan de, cuci tanganmu dulu, banyak2 makan jangan ada sisa ayo makan bersama”. Ga apal kata2nya semua tapi kurang lebih kaya gitu. Gak ada makna khusus dari lagu ini tapi kenapa harus ada kata OI ya karena waktu itu mulai bermunculan para pendukung Persija yang datang ke Lebak Bulus sambil bawa bendera OI.

 

KATANYA BOLA KITA RUSUH … KATANYA BOLA GA BERMUTU … APAPUN YANG TERJADI KAMI TETAP JANJI … MENDUKUNG BOLA NEGRI INI … POLITIK BERKELAHI SALING CACI MAKI … BAGI KAMI FOOTBALL FOR UNITY ……… Ini lagu bener2 hasil buah pikiran gw alias tidak berasal dari lagu yg udah ada. Saat itu situasi politik di Jakarta emang lagi heboh karena ada Pilgub dimana Bang Yos mencalonkan lagi untuk kedua kalinya. Banyak pro dan kontrak terhadap Bang Yos. Dan tidak sedikit yang diam2 menghubungi anggota2 the Jakmania di berbagai wilayah tuk ikut berpartisipasi demo mendukung atau menolak Bang Yos. Dari situlah gw keluarkan sikap kalo kita tidak ikut campur dalam masalah ini. Siapapun Gubernurnya nanti, pasti akan kita dukung. Gw ga mau the Jakmania yang sudah kompak dan satu tujuan untuk Persija harus terpecah belah karena beda sikap politik. Kebetulan kala itu ada Liga the Jakmania yg diketuai oleh Bang Mamat Korwil Pondok Pinang. Bang Mamat ngambil tema FOOTBALL FOR UNITY untuk Liga the Jakmania sebagai motto untuk menyatukan seluruh anggota the jakmania. Lagu ini juga pernah kita nyanyikan saat diminta ngeramein program acara sepakbola di RCTI. Tak kurang dari Dick Doang, pembawa acara itu, sangat menyukai lirik lagu ini sehingga ga segan2 minta kita nyanyiin terus. 

 

SERANG! HADAPI SEMUA LAWANMU … MAJU! BANTAI SEMUA MUSUH2MU … MENANG! BERSAMA KITA RAYAKAN … SORAK BERGEMBIRA DARI KAMI THE JAKMANIA … PERSIJA AYO MAJU … PERSIJA PANTANG MUNDUR … PERSIJA JANGAN RAGU … JAKMANIA BERSAMAMU ………. lagu yg dinyanyikan oleh Hoolijak ini gw bikin pas Final Piala Emas Bang Yos 1 antara Persija vs Persebaya. Terjadi kerusuhan antara kedua suporter dan gw berinisiatif tuk masuk ke tribun Bonek biar the Jakmania brenti nimpukin. Setelah aksi saling lempar berhenti kedua suporter dipisah dalam jarak tertentu dan gw berada di tengah2 mereka. Disitulah kuping gw ngerasa denger irama lagu perpaduan antara nyanyian the Jakmania dan Bonek. Lagu itu langsung gw nyanyiin di Hall Basket sepulang nonton dan Kiky Gemblux langsung antusias minta lagu itu untuk grup bandnya Hoolijak. Gw cuma bikin refrain nya dan mereka yg lengkapi dengan bait awalnya. Jadilah itu lagu utuh yg kalo dinyanyiin bikin gw terharu, karena bagi gw lagu itu seperti mengungkapkan kecintaan kita pada Persija dan ingin selalu mendampingi setiap Persija berlaga.

 

KU ANAK JAKARTA … KUSUKA PERSIJA … KUINGIN PERSIJA JUARA DI INDONESIA … JADILAH YANG TERBAIK … BERMAIN YANG CANTIK … PERTANDINGAN BERJALAN MENARIK … JAKARTA SIMPATIK … JAKARTA KOTA GUE … OREN WARNANYA GUE … PERSIJA KEBANGGAAN GUE … SAMPE MATI TETEP GUE ………. Lagi-lagi buah karya gw sendiri. Kata2 Jadilah Yg Terbaik memang tidak dinyanyikan di Stadion karena memang itu ditambahkan belakangan. Lagu ini gw bikin, jujur aje nih, untuk menangkal kampanye yg dilakukan oleh NJ Mania. Di Utara sono, mereka bikin kaos dengan kata2 seperti : “Kalo ada Biru buat apa Oren?” Dengan lagu ini kan gw bikin Jakarta itu identik dengan Oren atau lebih tepatnya lagi yang ada di hati the Jakmania itu hanya 3 : Jakarta, Oren, Persija. Alhamdulillah dengan lagu ini, rekan2 kita di Utara tetap bangga dengan Oren meski mendapat intimidasi dan dicap penghianat. 

 

APA JADINYA BILA PERSIJA BERLAGA … KOTA JAKARTA OREN OREN KAN MENYALA … APA JADINYA BILA PERSIJA BERLAGA … THE JAKMANIA SATU HATI SATU CINTA … KUANAK JAKARTA KUDUKUNG PERSIJA HUJAN PANAS CUEKIN AJA … KUANAK JAKARTA KUDUKUNG PERSIJA ENYAK BABE DOA RESTUNYA ………. Lagu ini gw bikin persis depan Sekretariat the Jakmania di Lebak Bulus dan Delli Korwil Pondok Pinang jadi saksi hidupnya. Tadinya sempat mau pake kata2 “Oren Oren Kan Membara” tapi ditolak ama Deli jadi kembali ke kata asal. Kata “Berlaga” di bait kedua diganti ama Biang Kerok dengan “Juara” tapi gw tetep suka dengan kata pertama karena anak the Jak tu harus satu hati satu cinta tidak hanya pas Persija juara aje. Lagu ini gw harapkan bisa menggugah anak2 the Jakmania untuk selalu mengorenkan Jakarta setiap Persija berlaga. Euphoria itu harus selalu tercipta dan semangat itu harus selalu dikobarkan, meski hujan atau panasnya terik matahari melanda Jakarta. Kenapa harus ada Enyak Babe? Itu karena pernah jatuh korban kalo ga salah namanya Petrus, 11 tahun dari wilayahnya si Donal Kapuk tapi persisnya gw lupa. Anak itu kan ga pernah nonton Persija (paling enggak itu pengakuan ibunya), namun satu hari karena lagi libur dia ngikut temen2nya yang rame2 mau berangkat ke Lebak Bulus. Bocah2 ini berangkat naik truk kontener. Sayang karena hujan dan licin, Petrus yang bergelantungan di sambungan truk terjatuh dan tewas terlindas. Pas gw ngelayat, sempat terjadi kesalahpahaman dengan Ibu dari Almarhum. Dia menganggap gw yg ngajak2 anaknya nonton bola padahal dia Batak dan ga suka Persija. Tapi keluarganya buru2 minta maaf dan nenangin Sang Ibu. Gw sangat tersentuh dengan kejadian ini dan gw liat banyak anak2 yg masih bocah kalo pergi nonton Persija ga pamit ama orang tuanya tapi nyelonong aje kayak anak kucing. Gw ga pengen ada jatuh korban lagi dan gw berharap semua the Jakers selalu pamit sama orang tua bila akan berangkat menuju Lebak Bulus nonton Persija. Biasanya kan doa orang tua sangat manjur dan kedepannya tidak ada lagi jatuh korban. Amin.

 

HARI INI KUTINGGAL PEKERJAAN … SIAP SIAP TUK NONTON PERTANDINGAN … ORANG BILANG AKU SUDAH KESURUPAN … DEMI PERSIJA APAPUN KULAKUKAN … PERSIJA JAKARTA OOO (4X) … BELI KARCIS AKU PAKE UANG JAJAN … WALAU HARUS KAGAK ROKOK KAGAK MAKAN … ORANG BILANG DITUBUHKU MASUK SETAN … AKU YAKIN SEMUA INI PENGORBANAN … PERSIJA JAKARTA OOO (4X) ………. Sayang bait kedua dari lagu ini tidak pernah dinyanyikan, padahal kata2nya sangat bagus tuk jadi kampanye positif bagi para rojali yg ga mau beli tiket. Lagu ini gw karang pas ada kegiatan Grebek Sahur. Saat itu sebetulnya gw udah jadi Asisten Manajer di Persija. DI Sekret kala itu dihuni oleh orang2 heboh macam Ritus, Dian, Dado, Surya, Didit, Tompel, UU, Rico dll. Ketum saat itu adalah Danang. Pas Ramadhan tiba2 muncul ide untuk sahur di rumah para pengurus secara bergiliran. Tapi kita mau bikin surprise ga bilang sama yg punya rumah. Untuk mendukung kegiatan ini kita belanja masakan dan nyiapin Ritus yg jago masak tuk selalu ikut. Dengan cara ini kan kita jadi ga ngerepotin yg punya rumah. Paling ngga yg punya rumah ga panik mau nyuguhin apa. Satu waktu pas kita mau Grebek ke rumah Bayu Korwil Cengkareng, kita belanja dulu di Pasar Kebayoran Lama. Tau-tau ada orang yg rada2 melihat Vespa Abah Ram yg parkir di pinggir jalan dan ada Bendera Persija berkibar di Vespanya. Orang tsb langsung girang dan ambil bendera Persija sambil kibar2in di tengah jalan dan berteriak … “Persija… Jakarta … Oooo”. Dari situlah tiba2 timbul ide untuk bikin lagu dengan irama yg mirip dengan yg diteriakin tu orang. Iramanya gw dapat saat itu juga di depan Jidad Korwil Pd Pinang saat itu dan Dian anggota dari Pondok Pinang. Baru besoknya gw dapat kata2nya yang terinsipirasi dengan pengalaman gw ketika masih kerja di salah satu perusahaan konsultan di Hang Tuah. Setiap mau nonton Persija kan gw harus kabur atau ijin dari kantor, sampe2 bos gw bilang “Lu tu kesurupan setan apa sih sampe nonton Persija lu bela2in ninggalin kantor?” Hehehehe, Bos gw ternyata berjasa ngasi gw ilham tuk bikin lagu. Bait berikutnya adalah himbauan. Gw heran, kalo Persija maen, di Lebak Bulus banyak yg cuma nongkrong2 doang di luar tanpa mau beli tiket masuk alias nunggu jebolan. Padahal gw liat mereka rata2 jajan, baik makan, minum, rokok bahkan ada yg sanggup beli kaos dan syal Persija. Lalu kenapa uangnya ga dipake buat beli tiket aje? Dari situlah gw pengen ada lagu yg bersifat himbauan dan beli tiket itu harus jadi budaya dan kebanggaan bagi seluruh the Jakmania.

 

MATAHARI MEMBAKAR KULIT KAMI … HUJANPUN DERAS MEMBASAHI DIRI … GAK MASALAH KAMI SUDAH SAKTI … YANG KAMI TUNGGU HANYA KEMENANGAN … YANG KAMI TUNTUT HANYA PERJUANGAN … O PERSIJA JAWAB TANTANGANKU … KAMU BUKAN ANAK BAWANG … TETAPI KAMU SANG PEMENANG … AYO MAIN DENGAN SENANG … BIKIN JAKMANIA TERUS GOYANG … KAMI GA BUTUH PEMAIN NASIONAL … KAMI GAK INGIN PEMAIN TERKENAL … YANG PENTING PEMAIN YANG LOYAL … SATUKAN TEKAD KEJAR CITA-CITA … SATUKAN CINTA HANYA TUK PERSIJA … O PERSIJA TURUTI MAUKU ………. Ini lagu gw bikin di dalam pesawat saat mau tandang ke Malang. Saat itu gw lagi kecewa banget sama Atep. Dia sebelumnya dipanggil Timnas U23 sehingga lama ga bisa perkuat Persija. Abis itu dia langsung dipanggil Timnas Senior jadi bersama Robi makin lama aja ga bisa perkuat Persija. Setelah tugas di Timnas Senior tuntas, Robi langsung balik latihan di Persija sedangkan Atep malah ijin pulang ke Bandung. Akibatnya Atep sama sekali ga ikut latihan menjelag partai Persija melawan PSIS Semarang. Saat itu Pelatih Sergei Dubrovin dilema, antara masang Atep tapi pasti akan bikin resah pemain lain yang sudah giat berlatih, atau masang cadangannya yg kualitasnya masih di bawah Atep. Keputusan akhirnya jd masang Atep dan gw liat bagaimana sulitnya Pelatih mengambil keputusan. Lagu ini tetap bertujuan mengangkat semangat Pemain dengan mengungkapkan pengorbanan suporter dalam mendukung Tim jadi timbal baliknya Tim juga harus mati2an tuk memberikan kemenangan pada suporternya.

 

AYO THE JAK DUKUNG PERSIJA … PANTANG SURUT DUKUNG PERSIJA … KANDANG TANDANG DUKUNG PERSIJA … LOYALITAS KITA … KUDISINI HANYA UNTUKMU … KUBERNYANYI TUK MENDUKUNGMU … KULUANGKAN SEMUA WAKTU … PERSIJA I LOVE YOU … MAJU TERUS AYO PERSIJA … PANTANG MUNDUR AYO PERSIJA … JANGAN TAKUT AYO PERSIJA … THE JAK BERSAMAMU … LEPASKAN BEBAN PIKIRANMU … HAPUS EGO DALAM DIRIMU … HORMATILAH SEMUA MUSUH … PERSIJA I LOVE YOU ……….

 

TERLALU BANYAK OMONGAN DI KORAN … TERLALU BANYAK ORANG YANG BERPERAN … BIKIN PUYENG PUYENG PUYENG PALA GW PUYENG … MASA BODO DENGAN MANAJEMEN … MASA BODO MATERI PEMAIN … CUEK AJE CUEK CUEK GW CUEK AJE … YANG GW CINTA CUMA PERSIJA YANG GW DUKUNG CUMA PERSIJA YANG GW NANTI CUMA PERSIJA PERSIJA PERSIJA PERSIJA ………. Sebetulnya ini lagu jasanya Nyonk Mental Baja Pademangan. Dia minta gw tuk nulis kata2 yg ada di benak gw dan dia nanti yang akan carikan iramanya. Saat itu Ketum the Jakmania sering komen2 ga penting di media. Sempat ngusulin kalo Manajer Persija itu harus fit and proper test segala. Juga komen di koran2 soal lambannya kinerja manajemen dalam merekrut pemain. Selain dia, masih banyak lagi yg komen di koran2 terutama dari Pengurus2 Persija yang lain. Asli, gw pusing banget denger komen2 mereka. Padahal Persija kala itu lagi sulit2nya nyari dana. Dulu memang kita masih dibantu dengan dana APBD tapi dana itu kan turunnya ngesot dan pake tata upacara segala kaya penganten Jawa. Janji turun April akhirnya jadi Agustus. Nah kalo ga ada dana gimana mau rekrut pemain? Jadi harus sabar kudu nunggu pak Bajuri ngeluarin jurus saktinya dulu. Sebetulnya gw berharap yg komen2 itu ga cuma cuap2 di Media tapi juga ngomong langsung ke Pak Bajuri jadi biar tau letak kendalanya dimana. Tapi itulah orang Indonesia, lebih suka komen di Media daripada tatap muka langsung. Lalu gw ngeliat pola tingkah laku salah satu komunitas Pecinta Persija. Mereka ini asik-asik aja kayaknya. Meski tetap sering hadir di Stasiun Oren tuk cari tau perkembangan Persija, dan gak jarang ada diantara mereka yang suka ngasi usulan, tapi intinya mereka cuma ingin tau lika liku tim Persija yang bakal mereka dukung. Selebihnya mereka tidak terlalu memusingkan siapa Manajernya dan siapa pemainnya. Satu yang pasti… mereka akan dukung Tim Persija meski dengan materi kayak apapun. Mereka lebih suka Persija banyak menghasilkan pemain muda tapi sehat keuangannya daripada memaksakan bermaterikan bintang tapi banyak bikin pusing Manajer karena harus menyiapkan dana besar. 

 

OREN MASIH DI OREN … PERSIJA SEMANGATMU TETAP OREN … OREN MASIH DI OREN … PERSIJA GAIRAHMU TETAP OREN … JADILAH KEBANGGAANKU PANTANG MENYERAH SLALU JADI CIRI KHASMU … JADILAH INSPIRASIKU HANYA KAULAH YANG ADA DALAM PIKIRANKU ………. Lagu terakhir yg tentunya belum banyak yg denger. Warna Oren adalah warna yang menunjukkan keceriaan. Jadi gw pengen Pemain Persija bermain dengan kostum oren dan menjiwai makna dari warna Oren itu sendiri. Mereka harus punya Semangat Oren yakni semangat pantang menyerah tapi lewat permainan yang dinikmati oleh pemain maupun suporternya. Kata Inspirasi dan Pikiran adalah keinginan gw agar seluruh suporter Persija lebih terfokus pada Persija terutama dalam menciptakan kreativitas kreativitas baru dalam memberikan dukungan pada Persija. Fokus pada Persija karena kita Pecinta Persija bukan fokus pada keributan karena kita bukan golongan Haters pada apapun. 

 

Sejauh ini, itulah ingatan gw pada lagu2 the Jakmania dimana gw terlibat dalam proses terciptanya. Gw punya rencana lagu2 itu akan gw kumpulin dalam sebuah album tentunya sudah diaransir ulang oleh Nyong Mental Baja yang memang lihai dalam hal ini. Gw juga pengen bikin video klip dari salah satu tersebut di atas yang tentunya dibuat oleh anak the Jakmania juga. Niat gw, semua penjualan album ini akan diperuntukkan buat kepentingan Persija. Doain aja yah biar niat ini tercapai ……….

Tentang JAKMANIAgariskeras sektor 17

Motivasi kami adalah keikhlasan, Jalan kami adalah perjuangan, Ikatan kami adalah Persaudaraan, Ideologi kami adalah kebenaran, Cita-cita kami hidup mulia atau mati sebagai Pahlawan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s